
Pejabat San Francisco mengusulkan undang-undang untuk melarang penjualan rokok elektronik sampai dampak kesehatannya dievaluasi oleh pemerintah Amerika Serikat (AS)
JawaPos.com - Pejabat San Francisco mengusulkan undang-undang untuk melarang penjualan rokok elektronik sampai dampak kesehatannya dievaluasi oleh pemerintah Amerika Serikat (AS). Namun, para kritikus mengatakan, hal itu akan membuat orang lebih sulit untuk menghentikan kecanduan.
Undang-undang itu akan melarang pembuatan, penjualan atau distribusi tembakau, ini juga ditujukan untuk perusahaan e-cigarretes. Pekan lalu, Food and Drug Administration (FDA), merilis pedoman yang diusulkan, memberikan perusahaan sampai batas waktu 2021 untuk mengajukan permohonan agar produk rokok elektronik mereka dievaluasi.
Batas waktu awalnya telah ditetapkan untuk Agustus 2018, tetapi agensi kemudian mengatakan lebih banyak waktu persiapan diperlukan. Pengacara kota San Francisco, Dennis Herrera, salah satu penulis bersama RUU yang belum disetujui itu, mengatakan peninjauan harus dilakukan.
"Perusahaan-perusahaan ini mungkin bersembunyi di balik pengurangan bahaya, tetapi mari kita perjelas, produk mereka adalah candu," kata Herrera.
Dia menambahkan bahwa San Francisco, Chicago dan New York telah mengirim surat bersama kepada FDA yang menyerukan untuk menyelidiki efek rokok elektronik pada kesehatan masyarakat. Aktivis anti-vaping mengatakan perusahaan sengaja menargetkan anak muda dengan menawarkan produk rasa.
Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS, jumlah remaja AS yang mengaku menggunakan produk tembakau dalam 30 hari terakhir naik 36 persen antara 2017 dan 2018, dari 3,6 juta menjadi 4,9 juta.
Tahun lalu San Francisco menjadi kota AS pertama yang melarang tembakau beraroma dan cairan vaping, dan sudah mencegah tembakau tanpa asap.
Juul, salah satu perusahaan e-rokok AS paling populer, menyewa ruang di Pier 70. Dalam sebuah pernyataan, perusahaan mengatakan mendukung pengurangan vaping di kalangan anak muda tetapi hanya dengan cara menghilangkan akses ke rokok biasa.
"Undang-undang yang diusulkan ini menimbulkan pertanyaan, mengapa kota itu nyaman dengan rokok yang mudah terbakar, ketika kita tahu mereka membunuh lebih dari 480.000 orang Amerika per tahun?"

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
