
Banyak penduduk setempat menganggap kehadiran puluhan ular piton, beberapa berukuran hingga dua atau tiga meter panjangnya, sebagai tanda kekuatan pagoda
JawaPos.com - Para peziarah tiba di sebuah kuil di Yangon, Myanmar dengan menyeberangi sebuah jembatan di tengah danau. Mereka datang untuk menaruh harapan pada ular piton yang berada di kuil tersebut.
"Orang-orang datang ke sini karena mereka percaya bahwa doa-doa mereka akan terpenuhi ketika mereka meminta sesuatu," kata Sandar Thiri, seorang biarawati yang tinggal di Pagoda Baungdawgyoke. Tempat ini dijuluki kuil ular oleh penduduk setempat.
"Aturannya adalah bahwa orang hanya dapat meminta satu hal, tidak banyak hal," katanya. "Jangan serakah," tambahnya.
Banyak penduduk setempat menganggap kehadiran puluhan ular piton, beberapa berukuran hingga dua atau tiga meter panjangnya, sebagai tanda kekuatan pagoda. Win Myint, 45, mengatakan dia telah datang ke Baungdawgyoke sejak dia masih kecil.
Di ruang utama kuil adalah pohon dengan patung-patung Buddha di sekitarnya. Ular-ular bergerak perlahan melewati dahan-dahan, lidah-lidah mereka yang bercabang melesat keluar-masuk ketika mereka memandang para penyembah bersujud.
"Sekarang saya lebih tua dan saya datang untuk memberikan persembahan, yang telah membuat beberapa harapan saya menjadi kenyataan," kata Myint.
Di dekatnya, seorang biksu tidur di kursi dengan dua ular melengkung di kakinya. Seorang perempuan, cukup berani untuk mendekati ular piton, ia dengan lembut mengusapnya.
Naga sebuah kata Sansekerta untuk ular, adalah sosok umum yang terlihat di kuil-kuil di seluruh Asia Tenggara, pengaruh Buddha, Hindu dan animisme saling terkait. Naga biasanya diukir dari batu dan ditempatkan di pintu masuk.
Ular meringkuk di samping biarawan yang bermeditasi, gambar ini mengingatkan kita pada sebuah cerita dalam mitologi Buddha ketika Sang Buddha duduk di bawah pohon untuk bermeditasi.
Menurut legenda, saat hujan mulai turun, seekor ular kobra melindungi Buddha dengan mengipasi tudung lebar di atas kepalanya untuk bertindak sebagai tempat berlindung.
Nay Myo Thu, seorang petani berusia 30 tahun, percaya dia akan menerima nasib baik dengan membawa ular yang dia temukan di ladangnya ke kuil dan bukannya membunuh mereka. Ia mengikuti keyakinan Buddha bahwa semua hewan adalah makhluk hidup yang dapat bereinkarnasi, sebagai manusia.
"Saya tidak ingin membawa kemalangan dengan membunuh makhluk hidup," kata Nay Myo Thu.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
