
BERKEMBANG: Salah satu permukiman Israel di dekat Tepi Barat.
JawaPos.com - Dukungan Amerika Serikat (AS) di bawah kepemimpinan Donald Trump membuat Israel merasa di atas angin. Selasa (24/1), Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Avigdor Lieberman kembali menyetujui pembangunan permukiman baru. Jumlahnya fantastis, yaitu 2.500 rumah.
Padahal, sebelum izin pembangunan permukiman di Tepi Barat itu, Israel menyetujui pendirian 566 rumah di Jerusalem Timur. ’’Kami sedang membangun dan akan terus membangun,’’ tulis Netanyahu di akun Twitter-nya.
Pengamat pembangunan permukiman Israel di tanah Palestina Peace Now mengungkapkan, itu adalah izin terbesar yang pernah dikeluarkan sejak pembicaraan damai Israel-Palestina pada 2013. Pembangunan tersebut juga menunjukkan bahwa resolusi 2334 yang dikeluarkan PBB tidak bertaji.
Resolusi tentang pembangunan permukiman Israel di tanah Palestina yang ditandatangani pada 23 Desember 2016 memang hanya berisi kecaman. Tak ada hukuman jika Israel melanggar. Padahal, apa yang dilakukan Israel jelas-jelas melanggar hukum internasional.
Israel berani memberikan izin besar-besaran tersebut setelah didukung Trump. Pria yang dilantik pekan lalu itu mengakui, seluruh Jerusalem adalah milik Israel. Dia berencana memindahkan gedung Kedutaan Besar AS ke wilayah sengketa tersebut.
Trump telah menunjuk David Friedman sebagai duta besar AS untuk Israel. Berdasar media Israel Haaretz, Friedman pernah menjadi presiden kelompok yang menamakan diri American Friends of Beit El Institutions. Kelompok itu berhasil mengumpulkan dana USD 2 juta (Rp 26,65 miliar) setiap tahun untuk permukiman Beit El di wilayah pendudukan Israel di Tepi Barat.
Sementara itu, Sekjen PBB Antonio Guterres yang diwakili juru bicaranya, Stephane Dujarric, mengecam keputusan Israel yang mengobral izin pembangunan permukiman tersebut. Dia menegaskan bahwa pembangunan itu bersifat ilegal. Tindakan Israel menjadi penghalang perdamaian dengan Palestina.
’’Bagi Sekjen (Guterres, Red), tidak ada rencana B untuk solusi dua negara,’’ ujar Dujarric. Minggu (22/1), Netanyahu menyatakan tetap mendukung solusi dua negara. Namun, dia juga mencabut semua larangan pembangunan permukiman.
Sekjen Palestine Liberation Organisation (PLO) Saeb Erekat meminta komunitas internasional bertindak. Salah satunya, meminta pertanggungjawaban Israel atas ekspansi permukiman yang mereka bangun di tanah Palestina. Dia menyebutkan, kini para pemimpin Israel lebih berani karena didorong Trump.
Di sisi lain, juru bicara Gedung Putih Sean Spicer tidak mengecam atau mendukung pembangunan yang dilakukan Israel. Dia hanya menuturkan, Trump akan mendiskusikan masalah pembangunan tersebut dengan Netanyahu saat bertemu Febuari nanti. (AFP/Haaretz/sha/c18/any/tia)
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Tumbang, Andika Kangen Band Minta Doa untuk Kesembuhannya
Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Tumplek Blek! Ribuan Massa Padati Jalan Gubernur Surabaya untuk Ikuti Aksi Tolak LGBTQ
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Arsenal vs Dortmund di Emirates Cup 2026: Mikel Arteta Punya Misi Bangkit di Emirates
Siaran Tunda Moto3 Inggris 2026! Ini Jadwal dan Link Live Streaming Veda Ega Pratama di Silverstone
Juara Piala Presiden 2026! 3 Pemain Persebaya Jalani Pemulihan Jelang Super League 2026/2027
