Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 19 Januari 2017 | 12.30 WIB

Donald Trump Melakukan Ini untuk Melariskan Tiket Pengambilan Sumpahnya

DONALD TRUMP: Kerja keras. - Image

DONALD TRUMP: Kerja keras.

JawaPos.com – Di tengah banjir boikot dan ancaman turun ke jalan menentang pelantikannya sebagai presiden ke-45 AS, Donald Trump berpaling ke media sosial. Dia menggunakan Facebook dan Instagram untuk menarik minat para pendukungnya agar datang di acara pengambilan sumpahnya besok (20/1).



Trump membuat iklan dalam bentuk video di Facebook yang menawarkan tiket gratis untuk hadir saat inaugurasi. Taipan 70 tahun tersebut memberikan batasan untuk mendapat tiket tersebut. Yaitu, khusus bagi orang yang berusia 27 tahun ke atas dan tinggal di New York.



’’Inaugurasi adalah momen kita bersama dalam sejarah Amerika dan saya ingin kalian bersama saya pada Inauguration Day 20 Januari di (National) Mall. Ini akan menjadi saat yang menyenangkan. Yang paling penting, kita akan membuat Amerika Great Again. Sampai bertemu pada 20 Januari,’’ ujar Trump dalam video tersebut.



Trump mungkin satu-satunya presiden AS yang mengiklankan tiket inaugurasinya di media sosial. Sebab, selama ini berlum pernah ada presiden yang melakukan itu. Orang yang mendapat tiket gratis tersebut nanti bisa hadir dalam konser selamat datang untuk Trump dan juga upacara pengambilan sumpah presiden.



Iklan Trump tersebut langsung menuai pro dan kontra. Beberapa di antaranya mengejek bahwa Trump sudah kehabisan akal untuk membuat orang datang di acara pelantikannya sebagai presiden ke-45 AS. ’’Bayangkan menjadi orang yang begitu tidak disukai sehingga empat hari sebelum inaugurasimu kamu dengan putus asa membayar iklan Facebook untuk mengundang orang yang berusia 27+,’’ cuit penanggung jawab digital acara The Tonight Show Marina Cockenberg di akun Twitter-nya.



Trump tidak hanya mengiklankan tiket gratis tersebut di Facebook. Dia juga membuat iklan serupa di Instagram. Bedanya, dia tidak membuat batasan usia maupun area untuk iklan di Instagram.



Sebelum iklan Trump muncul, NBC Washington menulis bahwa mungkin ada 900 ribu orang yang akan menghadiri serangkaian acara penobatan Trump sebagai orang nomor satu di AS. Jumlah tersebut hanya separo dari jumlah penduduk yang hadir di acara inaugurasi Presiden AS Barack Obama saat pertama menjabat presiden of the United States (POTUS) pada 20 Januari 2009. Saat itu sekitar 1,8 juta orang hadir.



Meski banyak yang mencela, iklan tersebut terbukti ampuh. Permintaan tiket inaugurasi Trump langsung naik tajam. Kantor Partai Republik di beberapa distrik bahkan sampai menghubungi pihak Demokrat untuk menanyakan apakah ada jatah tiket yang tidak terpakai. Tiket tersebut akan mereka minta untuk diberikan kepada orang-orang yang ingin hadir di acara inaugurasi Trump.



Demokrat mungkin memiliki banyak tiket menganggur. Sebab, lebih dari 50 orang legislator partai yang berusia 189 tahun tersebut berencana memboikot inaugurasi Trump. Mereka memastikan tidak akan hadir. Boikot tersebut terjadi gara-gara Trump dianggap menghina aktivis hak-hak sipil dan juga legislator Demokrat John Lewis.



’’Saya tidak akan berpesta untuk pria yang mengajarkan politik perpecahan dan kebencian,’’ ujar legislator Demokrat dari Minnesota Keith Ellison.



Boikot terhadap inaugurasi presiden terpilih bukan kali ini saja terjadi. Sejarawan dari Arizona State University Brooks Simpson mengungkapkan bahwa pada pengambilan sumpah presiden ke-37 AS Richard Nixon, tercatat 80 legislator yang tidak hadir. John Lewis dan anggota Congressional Black Caucus juga tidak hadir dalam inaugurasi George W. Bush pada 2001.



Sementara itu, saat diwawancarai Fox News, Donald Trump mengatakan bahwa dirinya tidak senang mencuit di Twitter. Dia memiliki banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Namun, menurut dia, media sering tidak jujur dan memojokkan dirinya. Karena itu, dia memilih menggunakan Twitter untuk klarifikasi. ’’Jika media jujur, namun nyatanya tidak, saya tentu saja tidak akan menggunakan Twitter,’’ ujar Trump.



Trump memiliki akun Twitter sejak Maret 2009. Sejak itu dia mencuit sekitar 34.300 kali. Jika dirata-rata, per hari Trump membuat sebelas cuitan di Twitter. Biasanya cuitannya berisi sindiran terhadap para selebriti dan kecaman kepada orang-orang yang mengkritiknya. (Reuters/TheGuardian/BBC/Fox5/sha/c4/any/tia)


Editor: Dwi Shintia
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore