Logo JawaPos
Author avatar - Image
Penulis: Dwi Shintia
Senin, 9 Januari 2017 | 02.31 WIB

Meksiko Rusuh! Warga Menjarah Toko dan Pom Bensin

RICUH: Demonstran berusaha menggulingkan mobil milik Multimedios TV di Monterrey, Meksiko, kemarin. - Image

RICUH: Demonstran berusaha menggulingkan mobil milik Multimedios TV di Monterrey, Meksiko, kemarin.

JawaPos.com – Kenaikan harga BBM sebesar 20,1 persen mulai 1 Januari lalu membuat sebagian warga Meksiko tak henti turun ke jalan. Aksi protes terjadi di 28 di antara 32 negara bagian. Aksi massa tersebut diwarnai kericuhan serta penjarahan. Hingga kemarin (6/1) kepolisian belum bisa mengamankan situasi.

Awalnya, aksi berlangsung damai. Namun, lama-kelamaan massa mulai tidak terkendali. Berbagai titik jalan diblokade. Mereka juga menjarah berbagai toko dan pom bensin. Kamis waktu setempat (5/1), National Association of Self-Service and Department Stores (ANTAD) membeberkan bahwa ada 250 toko yang dijarah oleh massa. Yang diungkapkan itu hanya toko-toko dan department store yang masuk dalam daftar keanggotaan ANTAD. Jika ditotal secara keseluruhan, mungkin ada seribu toko yang dirusak dan dijarah massa di berbagai kota.

”Ini kian tidak terkendali,” ujar Direktur Eksekutif ANTAD Manuel Cardona saat diwawancarai Radio Formula. Dia meminta pasukan federal melakukan intervensi agar kericuhan tidak terus berkembang. Dengan kenaikan 20,1 persen, harga bensin di Meksiko sekarang sekitar Rp 11.970 per liter.

Perusahaan minyak negara, yaitu Pemex, tidak bisa mendistribusikan bahan bakar akibat kericuhan tersebut. Kelangkaan bahan bakar diperkirakan berlangsung selama beberapa pekan ke depan. Stasiun bahan bakar kosong. Sebab, sejak awal orang-orang menjarah dengan membawa jeriken-jeriken berukuran besar.

Polisi telah menahan setidaknya 700 orang yang dianggap sebagai pemicu keributan. Dua orang tewas dan satu orang terluka parah akibat aksi massa tersebut. Korban tewas adalah seorang polisi yang berupaya menghentikan penjarahan di Mexico City pada Rabu (4/1). Korban tewas lainnya adalah pejalan kaki di Veracruz. Dia ditabrak penjarah yang mencoba melarikan diri dari polisi dengan mengendarai mobil pikap. Satu korban luka parah adalah warga Mexico City yang berusaha menghentikan penjarahan di stasiun bahan bakar.

Di Ixmiquilpan, polisi bernegosiasi dengan massa yang menduduki jalan. Namun, alih-alih menerima, massa malah melemparkan petasan dan batu ke arah petugas. Polisi akhirnya menembakkan gas air mata. Tapi, massa hanya berlari untuk sementara. Begitu gas hilang, mereka kembali menduduki jalan.

Kondisi tak terkendali itu tidak membuat Presiden Meksiko Enrique Pena Nieto mencabut kebijakan kenaikan bahan bakar tersebut. ”Ini adalah perubahan yang sulit. Tapi, sebagai presiden, ini adalah tanggung jawab saya untuk mengambil keputusan sulit sekarang untuk menghindari masalah besar di masa mendatang,” ujar Pena Nieto.

Presiden ke-57 Meksiko tersebut mengungkapkan bahwa tahun lalu harga minyak dunia sudah naik. Jika pemerintah tidak ikut menaikkan harga, pemerintah harus menyubsidi USD 9,3 miliar (Rp 124,026 triliun). Jika hal itu terjadi, program-program lain seperti perawatan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat bakal dihentikan karena tidak adanya anggaran. ”Saya bertanya kepada kalian, jika hal tersebut terjadi, apa yang akan kalian lakukan?” tanyanya.

Kenaikan yang ditetapkan saat ini hanya sebagai persiapan. Sebab, pemerintah bersiap untuk menghentikan seluruh subsidi bahan bakar minyak dan membiarkan harganya mengikuti harga pasar. Kebijakan tersebut akan dimulai pada Maret.

Pada 2014, Pena Nieto menggulirkan program reformasi energi. Program tersebut mengakhiri monopoli pengelolaan minyak dan gas alam yang selama ini dikuasai Pemex. Perusahaan swasta bisa mengebor minyak dan memiliki stasiun pengelolaan bahan bakar sendiri untuk kali pertama dalam beberapa dekade. (AFP/Reuters/AP/sha/c6/sof/tia)

Editor: Dwi Shintia
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore