Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 8 Juni 2021 | 21.48 WIB

6 Bulan Tak Kunjung Sembuh dari Covid-19, Masih Pakai Oksigen di Rumah

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Seorang penyintas Covid-19 sangat trauma dengan perjuangannya melawan penyakit yang dideritanya. Sudah negatif atau sudah sembuh pun, masih merasakan dampak jangka panjang. Salah satunya perempuan asal Skotlandia, Lousie Morrison. Kini dia dikabarkan menderita penyakit mental.

Louise Morrison hampir meninggal setelah menderita pneumonia ketika tertular virus Korona dan mengalami pertempuran selama sebulan yang mengerikan untuk bertahan hidup seperti laporan Daily Record. Dia kini mengalami gejala yang berkelanjutan bahkan setelah pemulihan. Dan, masih menggunakan oksigen tambahan untuk bernapas di rumah.

Dirinya juga mengalami Post Traumatic Stress Disorder (PTSD) sebagai akibat dari stres yang disebabkan oleh penyakitnya. "Saya butuh bantuan sekarang. Pasti ada begitu banyak orang di luar sana yang berjuang dan tidak dapat mengakses bantuan spesialis yang mereka butuhkan,” kata warga Tullibody, Clackmannanshire, Skotlandia, seperti dilansir Mirror.

"Yang benar-benar dapat mereka lakukan adalah berbicara dengan penderita lain dalam kelompok dukungan online saling menguatkan. Atau pergi ke dokter umum," lanjutnya.

Ibu tiga anak memang sebelumnya menderita asma. Dia menghabiskan empat hari di bangsal Covid-19 setelah dites positif pada Desember lalu. Tetapi kondisinya memburuk dan dia dipindahkan ke perawatan intensif.

Kondisinya menjadi sangat buruk sehingga dia hampir koma untuk menyelamatkan hidupnya. “Pada saat itu segalanya mulai menjadi sangat menakutkan. Saya hampir tidak bisa bernapas, suhu saya sangat tinggi, kemudian dokter ICU berbicara kepada saya tentang betapa seriusnya hal itu, tindakan apa yang mungkin harus dilakukan dan kapan keluarga saya akan dihubungi jika saya lebih buruk,” kenangnya.

Louise menderita pneumonia Covid-19 dan pernapasannya menjadi sangat sulit. Saat itu, dokter ingin membius dan memberinya ventilasi penuh.

"Saya melihat ini terjadi pada banyak pasien, tetapi saya selalu melawan karena saya tahu jika saya kehilangan kesadaran, saya tidak lagi memegang kendali," katanya.

Akhirnya, setelah menghabiskan Natal dan Tahun Baru dalam perawatan intensif, Louise dipulangkan pada 7 Januari 2021, tetapi masih mengalami Long Covid. Serangkaian gejala berlangsung berminggu-minggu atau berbulan-bulan setelah pertama kali terinfeksi virus.

Dia menderita kesulitan bernapas sekali lagi dan harus memasang tangki oksigen di rumahnya, yang sekarang dia gunakan setiap hari. Dia juga mengalami serangan panik sakit kepala, dan mimpi buruk dan telah didiagnosis dengan PTSD, yang disebabkan oleh pengalaman Covid-nya.

Louise diberi tahu bahwa dia mungkin harus menunggu 24 bulan untuk perawatan untuk kondisi tersebut. Dia sekarang menyerukan agar klinik Long Covid harus segera didirikan untuk membantu orang-orang dengan masalah kesehatan fisik dan mental yang berkelanjutan terkait dengan virus tersebut.

“Satu-satunya saran yang saya berikan saat meninggalkan rumah sakit adalah membuka situs web dukungan pasien yang disebut ICU Steps,” katanya.

“Jika ada klinik spesialis Long Covid yang tepat, segalanya akan berbeda," ungkapnya.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore