
Photo
JawaPos.com - Seorang penyintas Covid-19 sangat trauma dengan perjuangannya melawan penyakit yang dideritanya. Sudah negatif atau sudah sembuh pun, masih merasakan dampak jangka panjang. Salah satunya perempuan asal Skotlandia, Lousie Morrison. Kini dia dikabarkan menderita penyakit mental.
Louise Morrison hampir meninggal setelah menderita pneumonia ketika tertular virus Korona dan mengalami pertempuran selama sebulan yang mengerikan untuk bertahan hidup seperti laporan Daily Record. Dia kini mengalami gejala yang berkelanjutan bahkan setelah pemulihan. Dan, masih menggunakan oksigen tambahan untuk bernapas di rumah.
Dirinya juga mengalami Post Traumatic Stress Disorder (PTSD) sebagai akibat dari stres yang disebabkan oleh penyakitnya. "Saya butuh bantuan sekarang. Pasti ada begitu banyak orang di luar sana yang berjuang dan tidak dapat mengakses bantuan spesialis yang mereka butuhkan,” kata warga Tullibody, Clackmannanshire, Skotlandia, seperti dilansir Mirror.
"Yang benar-benar dapat mereka lakukan adalah berbicara dengan penderita lain dalam kelompok dukungan online saling menguatkan. Atau pergi ke dokter umum," lanjutnya.
Ibu tiga anak memang sebelumnya menderita asma. Dia menghabiskan empat hari di bangsal Covid-19 setelah dites positif pada Desember lalu. Tetapi kondisinya memburuk dan dia dipindahkan ke perawatan intensif.
Kondisinya menjadi sangat buruk sehingga dia hampir koma untuk menyelamatkan hidupnya. “Pada saat itu segalanya mulai menjadi sangat menakutkan. Saya hampir tidak bisa bernapas, suhu saya sangat tinggi, kemudian dokter ICU berbicara kepada saya tentang betapa seriusnya hal itu, tindakan apa yang mungkin harus dilakukan dan kapan keluarga saya akan dihubungi jika saya lebih buruk,” kenangnya.
Louise menderita pneumonia Covid-19 dan pernapasannya menjadi sangat sulit. Saat itu, dokter ingin membius dan memberinya ventilasi penuh.
"Saya melihat ini terjadi pada banyak pasien, tetapi saya selalu melawan karena saya tahu jika saya kehilangan kesadaran, saya tidak lagi memegang kendali," katanya.
Akhirnya, setelah menghabiskan Natal dan Tahun Baru dalam perawatan intensif, Louise dipulangkan pada 7 Januari 2021, tetapi masih mengalami Long Covid. Serangkaian gejala berlangsung berminggu-minggu atau berbulan-bulan setelah pertama kali terinfeksi virus.
Dia menderita kesulitan bernapas sekali lagi dan harus memasang tangki oksigen di rumahnya, yang sekarang dia gunakan setiap hari. Dia juga mengalami serangan panik sakit kepala, dan mimpi buruk dan telah didiagnosis dengan PTSD, yang disebabkan oleh pengalaman Covid-nya.
Louise diberi tahu bahwa dia mungkin harus menunggu 24 bulan untuk perawatan untuk kondisi tersebut. Dia sekarang menyerukan agar klinik Long Covid harus segera didirikan untuk membantu orang-orang dengan masalah kesehatan fisik dan mental yang berkelanjutan terkait dengan virus tersebut.
“Satu-satunya saran yang saya berikan saat meninggalkan rumah sakit adalah membuka situs web dukungan pasien yang disebut ICU Steps,” katanya.
“Jika ada klinik spesialis Long Covid yang tepat, segalanya akan berbeda," ungkapnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027, Tuan Rumah Dilarang Kalah!
Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Liga Champions: Skuad Modri Datang dengan Modal Bagus!
Prediksi Levski Sofia vs AEK Athens: Misi Besar Tuan Rumah Kembali ke UCL Usai Absen 2 Dekade
Prediksi Skor Vietnam vs Malaysia Leg 2 Semifinal AFF 2026: The Golden Star Warriors Menuju Final!
Profil Putri Juficha, Miss Earth Indonesia 2025 yang Meninggal di Usia Muda
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche: Comeback The Blue and Whites di La Liga Bakal Sengit!
BEM UI dan Puluhan Aliansi Mahasiswa Bakal Gelar Demo Besar di Bundaran HI Besok, Ini 8 Tuntutannya
Ada Andik Vermansah Hingga Leo Lelis, 6 Mantan Pemain Persebaya Memperkuat Tim Promosi
Prediksi Skor Thailand vs Singapura: Gajah Perang Selangkah Lagi ke Final Piala AFF 2026!
Prediksi Skor Slovan Bratislava vs Celje di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027
