Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 5 Desember 2021 | 17.59 WIB

Kasus Naik 4 Kali Lipat, ini Cerita Dokter Penemu Covid-19 Omicron

LEBIH KETAT: Tempat pemeriksaan Covid-19 di area Terminal Tom Bradley di Bandara Internasional Los Angeles. Pemerintah AS akan memperketat skrining setelah varian Omicron masuk ke negara tersebut. (GETTY IMAGES/AFP) - Image

LEBIH KETAT: Tempat pemeriksaan Covid-19 di area Terminal Tom Bradley di Bandara Internasional Los Angeles. Pemerintah AS akan memperketat skrining setelah varian Omicron masuk ke negara tersebut. (GETTY IMAGES/AFP)

JawaPos.com - Covid-19 varian Omicron kali pertama ditemukan di Afrika Selatan. Sejak Omicron ditemukan, kasus Covid-19 naik 4 kali lipat di sana dan menjadi varian dominan. Sang dokter penemu awal varian itu bahkan mengaku terkejut karena lonjakan protein pada varian tersebut melonjak.

Awalnya, Kepala Sains di salah satu laboratorium pengujian swasta terbesar di Afrika Selatan, Raquel Viana, mengurutkan gen dari 8 sampel virus Korona pada 19 November. Sejak itu ia mendapat kejutan dalam hidupnya.

Sampel yang diuji di laboratorium Lancet memiliki beberapa mutasi, terutama pada protein lonjakan yang bisa menandakan vaksin saat ini mungkin tidak efektif untuk melawannya.

Dilansir dari Science Times, Minggu (5/12), sejak penemuan Omicron, dr. Viana telah membunyikan alarm atas jenis baru yang menyebabkan banyak negara memberlakukan larangan perjalanan bagi mereka yang datang dari Afrika Selatan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa perlu waktu berminggu-minggu untuk memahami varian sepenuhnya.

"Saya cukup terkejut dengan apa yang saya lihat. Saya mempertanyakan apakah ada yang salah dalam prosesnya," kata dr. Viana kepada Reuters.

Dia segera menelepon rekannya, Ahli Pengurut Gen Daniel Amoako yang bekerja di Institut Nasional untuk Penyakit Menular (NICD), untuk mengonfirmasi temuannya tentang kemungkinan garis keturunan baru virus.
Bersama dengan tim ilmuwan di NICD, Amoako menghabiskan dua hari menguji delapan sampel yang dikirim Viana kepada mereka.

Mereka menemukan bahwa semua sampel itu memiliki mutasi yang sama. Bahkan Amoako, rekannya Josie Everatt dan anggota tim lainnya terkejut dengan apa yang mereka temukan.

Kemudian mereka melihat peningkatan tajam dalam kasus Covid-19 di daerah tersebut dalam seminggu terakhir, yang dapat mengindikasikan varian mutan baru dari Covid-19. Ternyata ini adalah salah satu mutasi yang mereka temukan pada varian Omicron.

Pada 23 November, beberapa hari setelah Viana pertama kali mengidentifikasi varian baru dan setelah para ilmuwan melakukan tes tambahan pada 32 sampel dari Johannesburg dan Pretoria. Amoako mengatakan bahwa jelas itu memang varian baru.

"Itu menakutkan," kata Amoako kepada Reuters.

Kasus Naik 4 Kali Lipat

Menurut dr. Viana, lebih dari dua pertiga kasus positif di provinsi Gauteng Afrika Selatan menunjukkan putusnya gen S, menurut laporan serupa oleh The Daily Star. Hal ini menunjukkan bahwa Omicron telah menjadi varian dominan di wilayah tersebut.

"Afrika Selatan sekarang memperkirakan kasusnya akan meningkat empat kali lipat pada akhir minggu ini," kata pakar penyakit menular terkemuka Afrika Selatan Salim Abdool Karim.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore