alexametrics

Minum Alkohol, Cara Konyol Pria Inggris Agar Sembuh dari Virus Korona

4 Februari 2020, 11:10:25 WIB

JawaPos.com – Hingga saat ini virus Korona jenis baru yang berawal di Wuhan, Tiongkok, belum ada obatnya. Para peneliti masih mencoba menguji vaksinnya. Sejumlah pengobatan yang dilakukan selama ini hanya bersifa suportif atau pendukung untuk mengurangi gejala demam, batuk, dan pilek yang dialami pasien.

Masyarakat yang memiliki daya tahan tubuh (imun) yang baik, diyakini bisa melawan virus mematikan itu. Akan tetapi, cara konyol justru dilakukan oleh seorang pria asal Inggris. Dia mengatasinya dengan minum alkohol.

Pria asal Inggris bernama Connor Reed mengatakan dia didiagnosis terkena Coronavirus di Wuhan, Tiongkok. Saat itu dia mengalami kesulitan bernapas. Setelah itu, dia hanya melawannya dengan minum segelas wiski dan madu panas.

Pria berusia 25 tahun itu telah tinggal di Tiongkok selama tiga tahun untuk mengajar bahasa Inggris. Dia sempat dirawat di rumah sakit selama dua minggu dan merasa takut akan terjadi hal yang terburuk.

“Saya terpana ketika para dokter mengatakan bahwa saya menderita virus Korona. Saya pikir saya akan mati tetapi saya berhasil mengalahkannya,” kata Connor seperti dilansir dari Mirror, Selasa (4/2).

“Saya menggunakan inhaler yang membantu mengendalikan batuk dan minum wiski panas dicampur madu sampai habis,” tambahnya.

Dia pun menolak minum antibiotik yang diresepkan oleh dokter. Dia tak mau minum obat apapun kecuali yang telah dia konsumsi. “Saya menolak minum antibiotik yang diresepkan dokter karena saya tidak mau minum obat apa pun,” sebutnya.

Hanya saja, otoritas kesehatan tidak pernah menyarankan wiski panas dengan madu sebagai metode untuk menenangkan gejala-gejala tersebut. Sebab alkohol memiliki dampak bahaya bagi tubuh.

Pria yang berasal dari Llandudno, Inggris, mengatakan bahwa Wuhan telah menjadi ‘kota hantu’ dalam beberapa pekan terakhir. Dia tertular virus dua bulan lalu. “Saya sedang cuti saat itu,” ujarnya. “Wuhan menjadi kota hantu. Hampir tidak ada orang di jalan-jalan dan toko-toko kehabisan buah dan sayuran segar,” tambahnya.

Obat maupun masker disebutnya langka di apotek Wuhan. Jika masyarakat di sana pergi tanpa masker, polisi akan menangkapnya. “Baru ketika saya menelepon kembali beberapa minggu yang lalu mereka mengatakan kepada saya bahwa saya terserang virus Korona,” katanya.

Connor mengatakan kepada The Sun bahwa dia telah memberi tahu pihak berwenang Inggris untuk mengatakan dia telah didiagnosis terkena virus Korona. Pihak Inggris menawarkan evakuasi, tetapi Connor menolak.

“Inggris terus bertanya apakah saya ingin dipulangkan, saya bilang tidak. Saya akan bertahan di sini. Saya buktikan Coronavirus bisa dikalahkan,” ungkapnya.

Terkait meminum alkohol untuk mengobati virus Korona, saat dikonfirmasi, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof. Dr.dr. H. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, tak membenarkan cara-cara konyol menyembuhkan penyakit tersebut. Salah satunya dengan minum alkohol. Menurutnya alkohol sampai kapanpun berbahaya bagi kesehatan.

“Kalau antiseptik atau Betadine juga bisa sembuhkan luka atau virus, apakah kalian akan meminumnya agar virusnya mati? Tidak kan? Yang penting itu adalah menjaga daya tahan tubuh dengan banyak konsumsi sayur dan buah,” tegasnya.

Editor : Edy Pramana

Reporter : Marieska Harya Virdhani

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads