Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 9 Februari 2018 | 23.45 WIB

Filipina Bantah Pakai Helikopter Kanada untuk Serang Pemberontak

Helikopter - Image

Helikopter

JawaPos.com - Militer Filipina membantah kalau pihaknya akan menggunakan 16 helikopter Bell yang dibeli dari Kanada untuk menyerang kelompok pemberontak lokal. Perdana Menteri Justin Trudeau mempertimbangkan kembali penjualan helikopternya karena khawatir akan digunakan untuk operasi keamanan Filipina.


"Mereka tidak boleh mempolitisir akuisisi," kata Wakil Kepala Staf untuk Rencana dan Program Angkatan Bersenjata Filipina, Mayor Jenderal Restituto Padilla seperti dilansir SCMP, Kamis, (8/2).


"Anda harus mengerti bahwa ini adalah helikopter utilitas, bukan helikopter untuk melakukan serangan," tambahnya.


Juru Bicara Departemen Pertahanan Filipina mengatakan, angkatan udara akan menggunakan helikopter Bell 412EPI, senilai USD 234,8 juta untuk misi tanggap bencana, kemanusiaan, juga antiterorisme.


Terlepas dari itu semua, Filipina memang sering dilanda angin topan. Oleh Karena itu, militer Filipina membutuhkan helikopter ini untuk bantuan bencana, pencarian, penyelamatan, transportasi penumpang, dan transportasi utilitas.


Duta Besar Kanada untuk Filipina John Holmes mengatakan, helikopter akan meningkatkan kemampuan militer untuk mencari dan menyelamatkan warga yang mengalami bencana di Filipina dan akan bermanfaat bagi warganya.

Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore