Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 3 November 2016 | 14.30 WIB

Habis-habisan Rally di Florida, Miniatur Kekuatan Pemilih Baru AS

TETAP SEMANGAT: Hillary Clinton saat berkampanye di Florida. - Image

TETAP SEMANGAT: Hillary Clinton saat berkampanye di Florida.

JawaPos.com - Lydia, 34, tidak akan pernah lupa peristiwa politik yang disaksikannya ketika remaja. Kala itu kandidat presiden dari Partai Republik George W. Bush dan nomine Partai Demokrat Al Gore bersaing ketat meraih dukungan dari Negara Bagian Florida. Saking ketatnya, balot suara pun harus dihitung ulang sebelum akhirnya dihentikan oleh Mahkamah Agung. Bush menjadi pemenang dengan hanya selisih 1.784 suara dan akhirnya terpilih sebagai presiden.



Pada 2012, Barack Obama juga harus menunggu empat hari untuk memastikan diri merengkuh suara Florida. Negara bagian di ujung tenggara AS itu memang selalu toss-up atau terlalu ketat. ”Semoga tahun ini Florida tak begitu lagi,” kata Lydia.



Dia kemarin mengenakan kaus bertulisan ”Madame President if You’re Nasty” dalam kampanye Hillary Clinton di Sanford, kota di pinggiran Orlando, Florida. Lidya berharap Florida memberikan kemenangan telak bagi Clinton.



Kedua kandidat habis-habisan memanfaatkan sisa waktu satu pekan sebelum pemilihan dengan rally kampanye maraton di negara bagian dengan etnis paling beragam itu. Dengan kekuatan yang amat ketat dan electoral vote yang besar, yakni 29, Florida menjadi battleground paling panas. Sejumlah jajak pendapat di negara bagian berpenduduk lebih dari 19 juta itu menunjukkan betapa sengitnya persaingan kedua nomine.



RCP Average memperkirakan Trump unggul 0,8 poin. Remington Research menyebut Trump unggul 4 poin. NY Times/Siena melaporkan Trump unggul 4 poin. Emerson memproyeksi Clinton unggul 1 poin. Gravis menyebut Clinton unggul 1 poin. Florida sendiri sudah memulai early voting 24 Oktober lalu hingga 6 November.



Clinton kemarin berkampanye di tiga tempat di Florida. Selain di Sanford Civic Center, dia menyapa suporternya di Fort Lauderdale dan Dade City. Hari ini giliran Trump berkampanye di Miami dan Orlando. Sedangkan esoknya (3 November waktu setempat), masih di Florida, Trump berkampanye di Jacksonville. Presiden Obama juga berkampanye untuk Hillary Clinton di Miami dan Jacksonville pada hari itu.



”Sebanyak 26 juta rakyat Amerika sudah melakukan voting. Lebih dari empat juta di Florida,” kata Clinton. ”Jika kita bisa menjaga ini, tiada keraguan, apabila kita vote, kita menang,” ujarnya dalam kampanye di Sanford Civic Center kemarin WIB. Sekitar seribu orang memadati hall mini di gedung yang terletak di pinggir Danau Monroe itu.



Florida menunjukkan tipe pemilih baru AS. Makin banyak voter dari hispanik, kulit hitam, Asia, dan etnis minoritas lain. Data terbaru menunjukkan, total 31 persen pemilih merupakan nonkulit putih. Terbesar sepanjang sejarah. Florida adalah miniatur keragaman itu. Tiada negara bagian dengan warga yang lebih plural bila dibandingkan dengan Florida.



Dalam rally di Sanford kemarin, tim kampanye merasa perlu untuk menjajarkan delapan pemuda dan pemudi setempat yang menjadi representasi etnis. Ada kulit putih, hitam, hispanik, hingga gadis berjilbab ang berwajah Asia. Mereka berada di belakang Clinton saat mantan first lady itu berpidato.



Clinton pun mengingatkan bahwa warga-warga tersebut telah dicela oleh Trump. Saking banyaknya yang dihina, mereka semua kini adalah mayoritas.



Literally, dia menghina mayoritas rakyat Amerika. Maksudku, cobalah pikirkan. Dia mulai dengan mencela imigran, lalu Latino, Afrika-Amerika, muslim, orang-orang dengan disabilitas, tawanan perang, dan kemudian... perempuan!” kata Clinton, disambut booooo, sorakan yang ditujukan untuk Trump.



Clinton sama sekali tidak menyinggung penyelidikan skandal e-mail yang menyeret dirinya. Dia berfokus menghajar rivalnya dengan menceritakan lagi upaya penghindaran pajak oleh Trump. Juga kisah bisnis Trump yang Clinton sebut tidak pernah memperhatikan aspek kesejahteraan pekerja. Selain itu, kisah Trump pernah tak membayar pekerjaan rekanan bisnis.



”Dan, pada akhirnya, Donald Trump adalah poster boy dari apa pun yang salah dari ekonomi kita,” ujarnya. ”Saya pikir, kita berharap seorang presiden yang berada di pihakmu, bukan seseorang yang mengemplangmu, yang mencurangimu, dan pergi begitu saja dengan uangnya,” kata Clinton. (*/c11/ca)

Editor: Administrator
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore