
Zimbabwe pengekspor kedua terbesar kulit reptil
JawaPos.com - Berjemur di Lembah Zambezi di Zimbabwe Utara, buaya Nil, pemangsa air tawar terbesar di Afrika, merasa nyaman di habitat yang panas dan lembap ini. Di sisi lain, pemangsa buaya malah merasa tak nyaman karena harus berurusan dengan meningkatnya persaingan regional dan tantangan menjual produk mereka ke pasar.
Menurut laporan United Nations Environment Programme (UNEP) PBB 2017, lebih dari dua juta kulit buaya diperdagangkan setiap tahun di seluruh dunia. Setelah Amerika Serikat, Zimbabwe menjadi pengekspor produk reptil terbesar kedua di dunia.
Namun saat ini perdagangan produk reptil Zimbabwe yang bisa mengirim lebih dari 100 ribu kulit reptil per tahun dalam kondisi terancam. Setelah bertahun-tahun mengalami isolasi internasional dan krisis ekonomi di bawah pemerintahan Robert Mugabe, Zimbabwe dinyatakan terbuka untuk bisnis dengan dunia oleh Presiden Emmerson Mnangagwa.
Mnangagwa, dijuluki Ngwena atau buaya karena sifat licik dan perannya dalam membuka isolasi negaranya. Ia mulai menjabat sejak November 2017 setelah operasi militer yang memaksa Mugabe mundur usai 37 tahun berkuasa.
Dalam upaya untuk menarik kembali investor asing, Mnangagwa meyakinkan calon investor pada pertemuan Forum Ekonomi Dunia bulan Januari di Davos, Swiss, kalau kebijakan proteksionis Mugabe hanyalah masa lalu.
Pemerintahan Mnangagwa membuat langkah-langkah kecil untuk menerapkan kemudahan melakukan reformasi bisnis. Termasuk mempercepat pendaftaran bisnis dan pemrosesan insentif eksportir.
Direktur Crocodile Farmers Association of Zimbabwe (CFAZ) Susan Childes mengatakan kepada Al Jazeera, kalau produk buaya Nil Zimbabwe telah mendominasi pasar. Negara lain selama satu dekade ini juga ikut membuat produk dari buaya adalah Zambia dan Mozambik.
Kompetisi tersebut meningkatkan permintaan produk unggulan, meningkatkan tekanan produsen Zimbabwe untuk terus meningkatkan penawaran mereka.
“Kekuatan pasar mendikte harga dan harga didasarkan pada kualitas. Ketika ada kelebihan pasokan di pasar, harga turun,” ujar Childes.
Manajer umum salah satu perusahaan kulit di Zimbabwe Arnold Britten mengatakan, pihaknya membutuhkan insentif pemerintah yang lebih besar agar mampu bersaing di pasaran.
Sembilan puluh persen dari bisnis buaya adalah ekspor. Sebagian besar dari bisnis itu dilakukan dengan menghadiri pameran di seluruh dunia, dan negara-negara seperti Afrika Selatan memahami ini.
Britten berpendapat, Pemerintah Zimbabwe perlu menawarkan bantuan yang lebih praktis untuk mempermudah berbisnis. Ia meminta agar bea masuk yang tinggi ke Zimbabwe untuk bahan kimia dan mesin yang diperlukan untuk memproses kulit reptil dihapuskan.
Perusahaannya, Zambezi Tanners, terang Britten, adalah satu-satunya pengolah kulit utama di negara ini. Lokasinya terletak di kota selatan Bulawayo. Perusahaannya melayani penyamakan kulit buaya dari Zimbabwe, Zambia, Malawi, dan Mauritius.
Juru Bicara Zimbabwe Parks and Wildlife Tinashe Farawo menggambarkan, perternakan buaya sebagai bisnis menguntungkan. “Kami dapat membantu dengan izin ekspor dan bantuan lainnya untuk menyokong peternak tetapi kami tidak menyediakan pasar bagi peternak. Mereka harus mencarinya sendiri.”
Sebenarnya, bisnis buaya adalah usaha dengan biaya tinggi. Bisnis ekspor kulit buaya juga bergantung pada hubungan yang dibangun dengan negara lain.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
