
Salah satu tahanan Palestina yang berhasil dibebaskan dari Israel (Dok. Al-Jazeera)
JawaPos.com – Mahkamah Agung Israel memutuskan bahwa pemerintah Israel sengaja merampas makanan dari tahanan Palestina.
Dilansir dari laman Al-Jazeera pada Senin (8/9), putusan itu menegaskan bahwa ribuan tahanan hanya diberi makanan dalam jumlah minimum. Kondisi ini menyebabkan penderitaan yang meluas di balik jeruji penjara. Situasi itu berlangsung di tengah perang genosida di Gaza.
Panel tiga hakim yang menangani perkara ini biasanya menahan diri untuk mengintervensi pemerintah. Namun, berdasarkan permintaan dua kelompok hak asasi Israel, perkara ini akhirnya dibahas.
Majelis hakim secara bulat menyatakan pemerintah wajib menyediakan tiga kali makan sehari bagi tahanan. Kewajiban itu bertujuan untuk menjamin tingkat kehidupan dasar sebagaimana diatur hukum.
Selain itu, dalam putusan dua banding satu, pengadilan mengabulkan petisi dari Asosiasi Hak Sipil Israel (ACRI) dan Gisha. Petisi menuding pembatasan makanan yang disengaja menyebabkan tahanan mengalami kelaparan dan kekurangan gizi.
Tuduhan itu diperkuat oleh banyak kesaksian mantan tahanan. Mereka menggambarkan kondisi keras dan perlakuan tidak manusiawi di penjara Israel.
Sementara warga Palestina di Gaza terus menderita kelaparan akibat blokade Israel. Banyak korban meninggal setiap hari karena kekurangan gizi. Pengadilan menegaskan, masalah ini bukan soal kenyamanan atau kemewahan. Hal tersebut menyangkut hak dasar untuk bertahan hidup.
Sejak perang dimulai hampir dua tahun lalu, ribuan warga Palestina ditangkap oleh tentara Israel. Mereka ditahan baik dari Gaza maupun Tepi Barat dengan tuduhan dugaan terorisme.
Mantan tahanan melaporkan perlakuan brutal, termasuk penyiksaan, kelaparan, kurangnya layanan medis, serta kepadatan penjara. Kondisi itu menimbulkan penyakit serius di dalam tahanan.
Keputusan Mahkamah Agung memicu reaksi keras dari Menteri Keamanan Nasional, Itamar Ben-Gvir. Ia menuding para hakim berpihak pada warga Palestina dan bukan pada negaranya.
Dalam unggahan di media sosial, Ben-Gvir menegaskan hanya akan memberi kondisi minimum sesuai hukum. Ia sebelumnya juga menuai kritik setelah mengejek pemimpin Fatah, Marwan Barghouti, di dalam sel penjara.

Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mentan Amran Terbang ke Jatim Pukul 06.00 WIB, Borong Inovasi ITS: Benih Jagung, Traktor Amfibi, hingga Alat Panjat Kelapa
Roberto Carlos Ungkap Tiga Pemain Terbaik Sepanjang Masa, Lionel Messi dan Pele Tak Masuk!
2 Alasan Vicky Prasetyo Belum Menjenguk Fangfang yang Sudah Melahirkan Buah Hatinya
Komentar Pedas Zlatan Ibrahimovic di Piala Dunia 2026 Bikin Heboh, Ini Deretan Frasa Ikoniknya
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Mediasi Ruben Onsu dan Sarwendah Digelar Tertutup, Ini yang Terjadi di Dalam Ruangan
