
Polisi mengawal massa yang berpartisipasi dalam aksi unjuk rasa pro Palestina di luar Universitas Columbia di New York, Amerika Serikat, Selasa (23/4/2024).
JawaPos.com-Sekelompok mahasiswa pro Palestina dari Universitas Columbia, New York, Amerika Serikat, memasuki gedung Hamilton Hall pada Senin (29/4), sembari menghadapi tindakan disipliner dan skorsing dari pihak kampus atas aksi solidaritas untuk Gaza.
Baca Juga: AHY: Revisi PP HGU Perdagangan Karbon Tahap Konsultasi Publik
Mereka masuk setelah negosiasi dengan pihak administrasi universitas gagal mencapai kompromi, menurut laporan media lokal.
Administrasi universitas telah mengeluarkan tindakan disipliner dan memulai skorsing beberapa mahasiswa, setelah para demonstran pro Palestina menolak mengosongkan perkemahan di kampus hingga Senin pada pukul 14.00 waktu setempat.
Sekelompok mahasiswa tersebut memasuki gedung bersejarah Hamilton Hall yang terletak di kampus pusat universitas.
Mereka membentangkan spanduk bertuliskan Hind's Hall, mengacu pada Hind Rajab, seorang gadis berusia 6 tahun yang dibunuh oleh pasukan Israel.
Presiden Universitas Colombia Nemat Minouche Shafik dalam pernyataannya mengakui bahwa dialog antara universitas tersebut dan para pengunjuk rasa mengalami kegagalan, dan menambahkan universitas tersebut telah menolak untuk melepaskan hubungan finansial dari Israel.
Shafik mengatakan Universitas Columbia tidak akan memenuhi permintaan utama para pengunjuk rasa pro Palestina, yang harus secara sukarela membubarkan diri di tengah dialog yang buntu.
Ia mengatakan bahwa sejak Rabu sekelompok kecil pemimpin akademis telah melakukan dialog konstruktif dengan penyelenggara aki protes untuk menemukan jalan yang akan menghasilkan pembongkaran perkemahan, dan kepatuhan pada kebijakan universitas di masa depan.
“Meskipun Universitas tidak akan melepaskan hubungan finansial dari Israel, universitas menawarkan untuk mengembangkan linimasa yang dipercepat guna meninjau proposal baru dari mahasiswa oleh Komite Penasihat untuk Investasi Bertanggung Jawab Sosial, badan yang mempertimbangkan masalah divestasi,” ujarnya.
Shafik meminta para pengunjuk rasa untuk secara sukarela menutup perkemahan, dan secara samar-samar menyinggung konsultasi dengan kelompok yang lebih luas untuk mengkaji pilihan internal alternatif guna mengakhiri krisis ini sesegera mungkin.
Sudah ratusan mahasiswa yang ditangkap di kampus-kampus di seluruh Amerika Serikat dalam aksi menuntut universitas-universitas melepaskan hubungan finansial dari Israel. Mereka juga mengutuk perang yang sedang berlangsung di Jalur Gaza.
Lebih dari 34.400 orang terbunuh, yang mayoritas di antaranya adalah adalah perempuan dan anak-anak.
Banyak di antara jurnalis, akademisi, dan aktivis Palestina juga terbunuh.
Israel juga menargetkan tempat-tempat pendidikan tinggi di Gaza, dan 12 universitas besarnya dihancurkan.
Baca Juga: Inilah 6 Ciri Kepribadian Orang yang Betah Menjomblo dalam Hidupnya, Salah Satunya Berorientasi pada Karir
Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi Palestina, UNRWA, secara terpisah melaporkan adanya kerusakan massal di jaringan sekolah yang beroperasi di daerah kantong pesisir tersebut. (*)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
