Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 1 Mei 2024 | 06.26 WIB

Mahasiswa Columbia University Pro Palestina Masukin Gedung Kampus meski Hadapi Skorsing

Polisi mengawal massa yang berpartisipasi dalam aksi unjuk rasa pro Palestina di luar Universitas Columbia di New York, Amerika Serikat, Selasa (23/4/2024). - Image

Polisi mengawal massa yang berpartisipasi dalam aksi unjuk rasa pro Palestina di luar Universitas Columbia di New York, Amerika Serikat, Selasa (23/4/2024).

JawaPos.com-Sekelompok mahasiswa pro Palestina dari Universitas Columbia, New York, Amerika Serikat, memasuki gedung Hamilton Hall pada Senin (29/4), sembari menghadapi tindakan disipliner dan skorsing dari pihak kampus atas aksi solidaritas untuk Gaza.

Mereka masuk setelah negosiasi dengan pihak administrasi universitas gagal mencapai kompromi, menurut laporan media lokal.

Administrasi universitas telah mengeluarkan tindakan disipliner dan memulai skorsing beberapa mahasiswa, setelah para demonstran pro Palestina menolak mengosongkan perkemahan di kampus hingga Senin pada pukul 14.00 waktu setempat.

Sekelompok mahasiswa tersebut memasuki gedung bersejarah Hamilton Hall yang terletak di kampus pusat universitas.

Mereka membentangkan spanduk bertuliskan Hind's Hall, mengacu pada Hind Rajab, seorang gadis berusia 6 tahun yang dibunuh oleh pasukan Israel.

Presiden Universitas Colombia Nemat Minouche Shafik dalam pernyataannya mengakui bahwa dialog antara universitas tersebut dan para pengunjuk rasa mengalami kegagalan, dan menambahkan universitas tersebut telah menolak untuk melepaskan hubungan finansial dari Israel.

Shafik mengatakan Universitas Columbia tidak akan memenuhi permintaan utama para pengunjuk rasa pro Palestina, yang harus secara sukarela membubarkan diri di tengah dialog yang buntu.

Ia mengatakan bahwa sejak Rabu sekelompok kecil pemimpin akademis telah melakukan dialog konstruktif dengan penyelenggara aki protes untuk menemukan jalan yang akan menghasilkan pembongkaran perkemahan, dan kepatuhan pada kebijakan universitas di masa depan.

“Meskipun Universitas tidak akan melepaskan hubungan finansial dari Israel, universitas menawarkan untuk mengembangkan linimasa yang dipercepat guna meninjau proposal baru dari mahasiswa oleh Komite Penasihat untuk Investasi Bertanggung Jawab Sosial, badan yang mempertimbangkan masalah divestasi,” ujarnya.
 
Shafik meminta para pengunjuk rasa untuk secara sukarela menutup perkemahan, dan secara samar-samar menyinggung konsultasi dengan kelompok yang lebih luas untuk mengkaji pilihan internal alternatif guna mengakhiri krisis ini sesegera mungkin.

Sudah ratusan mahasiswa yang ditangkap di kampus-kampus di seluruh Amerika Serikat dalam aksi menuntut universitas-universitas melepaskan hubungan finansial dari Israel. Mereka juga mengutuk perang yang sedang berlangsung di Jalur Gaza.

Lebih dari 34.400 orang terbunuh, yang mayoritas di antaranya adalah adalah perempuan dan anak-anak.

Banyak di antara jurnalis, akademisi, dan aktivis Palestina juga terbunuh.

Israel juga menargetkan tempat-tempat pendidikan tinggi di Gaza, dan 12 universitas besarnya dihancurkan.

Editor: Dinarsa Kurniawan
Sumber: Anadolu
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore