
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menyampaikan pidato saat kunjungan ke komando angkatan laut negara itu pada 27 Agustus 2023. (KCNA/Kyodo)
JawaPos.com–Pemimpin Korea Utara Kim Jong un menyatakan, kondisi geopolitik yang tidak stabil menandakan perlunya persiapan intensif untuk menghadapi potensi perang yang lebih besar daripada sebelumnya.
Pernyataan itu disampaikan saat Kim memberikan arahan di lapangan Universitas Militer dan Politik Kim Jong II. Universitas tersebut dianggap sebagai pusat pendidikan militer tertinggi di Korea Utara.
Dalam beberapa tahun terakhir di bawah kepemimpinan Kim, Korea Utara telah meningkatkan pengembangan senjata serta memperkuat hubungan militer dan politik dengan Rusia. Kim menyampaikan kepada staf universitas dan mahasiswa, musuh memilih untuk melakukan konfrontasi militer dengan Korea Utara, Korut tidak akan ragu untuk memberikan respons yang kuat, menggunakan segala cara yang tersedia.
”Situasi internasional yang kompleks dan ketidakstabilan militer dan politik di sekitar Korea Utara menandakan bahwa saat ini adalah waktu yang tepat untuk meningkatkan kesiapan menghadapi perang,” pernyataan Kim Jong-un seperti dilansir Reuters, Kamis (11/4).
Pada awal bulan ini, Kim memantau uji coba rudal balistik hipersonik jarak menengah baru yang menggunakan bahan bakar padat. Itu dianggap akan meningkatkan kemampuan Korea Utara dalam meluncurkan rudal secara lebih efektif dibandingkan dengan varian bahan bakar cair.
Korea Utara menuduh Amerika Serikat dan Korea Selatan melakukan provokasi dengan melakukan manuver perang, khususnya melalui latihan militer dengan skala, dan intensitas yang meningkat dalam beberapa bulan terakhir.
Para pakar mengatakan senjata terbaru itu bisa meningkatkan kemampuan Korut. Dalam mengerahkan rudal dengan lebih efektif dibandingkan varian berbahan bakar cair.
Korut mengalami peningkatan dalam teknologi persenjataan terutama beberapa tahun terakhir. Negara barat menuduh ada peran Rusia di balik peningkatan yang dialami Korut.
Korut menuduh AS dan Korsel membuat situasi di kawasan itu semakin tegang. Itu terlihat saat AS dan Korsel melakukan latihan militer dengan intensitas dan skala yang lebih besar.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Thailand vs Vietnam Leg 1 Final Piala AFF 2026: Gajah Perang Terlalu Perkasa di Rajama
Jadi Tersangka, Ini Kronologi Penipuan yang Dilakukan Ruben Onsu
Ruben Onsu Jadi Tersangka, Begini Reaksi Pengacara Minola Sebayang
Prediksi Skor Marseille vs Strasbourg: Rekor 15 Laga Jadi Modal Les Phoceens
Respons Tantangan Wagub Kalbar, Gubernur Jabar KDM: Mohon Maaf, Tak Maksud Membandingkan
Pemerintah Bakal Menata Guru, PGRI Sebut Ada Harapan Baru bagi Pendidikan Indonesia
Ruben Onsu Ditetapkan Tersangka Kasus Penipuan dan Penggelapan, Dipanggil Minggu Depan
Prediksi Skor Ipswich vs Sunderland: The Black Cats Berpeluang Curi Poin di Portman Road
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Ribuan Ojol Hadiri Kopdar Kebangsaan Jaga Jakarta, Ada Perpanjangan SIM Gratis
