
Ilustrasi pengeboman oleh tentara Israel.
JawaPos.com – Sejumlah pihak terus mendesak agar kesepakatan gencatan senjata jelang Ramadan di Gaza bisa segera dicapai. Desakan kian menguat di tengah kebuntuan negosiasi antara Hamas dan Israel beberapa waktu lalu.
Mengutip Al Jazeera kemarin (7/3), Amerika Serikat, Qatar, dan Mesir telah menghabiskan waktu berminggu-minggu untuk memediasi Hamas dan Israel. Kesepakatan yang mereka tawarkan adalah pembebasan warga Israel yang ditawan Hamas dengan imbalan gencatan senjata selama enam pekan, pembebasan beberapa tahanan Palestina, dan akses pengiriman banyak bantuan ke Gaza.
”Namun, perundingan selama tiga hari dengan Hamas minggu ini mengenai gencatan senjata di Gaza gagal mencapai kesepakatan, padahal kurang dari seminggu sebelum dimulainya bulan suci Ramadan yang jadi batas waktu informal untuk mencapai kesepakatan,” tulis Al Jazeera.
Sebelumnya, reporter Al Jazeera Hamdah Salhut menyebut, perundingan yang berlangsung di Kairo, Mesir, berakhir tanpa kejelasan. Israel mengatakan, pihaknya menunggu tanggapan Hamas. Setali tiga uang, Hamas pun menyatakan hal serupa. Mereka menunggu tanggapan Israel atas isi kesepakatan perundingan.
Tapi yang jelas, Hamas menolak untuk melepaskan sekitar 130 sandera kecuali Israel mengakhiri serangan, menarik diri dari Gaza, dan melepaskan sejumlah besar tahanan Palestina, termasuk para pejuang yang menjalani hukuman seumur hidup.
Pejabat senior Hamas Osama Hamdan menegaskan, pihaknya menginginkan gencatan senjata permanen, bukan jeda enam minggu. Hamas juga ingin agar Israel menarik total pasukannya. ”Keamanan dan keselamatan rakyat kami hanya bisa dicapai dengan gencatan senjata permanen, diakhirinya agresi, dan penarikan diri dari setiap inci Jalur Gaza,” kata Hamdan kepada wartawan di Beirut.
Tuntutan tersebut mendapat penolakan dari Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu. Dia berkali-kali menyebut akan melanjutkan perang sampai Hamas dibubarkan dan tawanan perang dilepaskan.
Di sisi lain, desakan gencatan senjata juga disuarakan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). Dalam keterangan resminya, OKI menyerukan gencatan senjata segera dan tanpa syarat di Jalur Gaza. Seruan itu disampaikan dalam sidang luar biasa OKI atas permintaan Kerajaan Arab Saudi, Palestina, Jordania, dan Iran di Jeddah, Selasa (5/3) waktu setempat.
”Menyerukan gencatan senjata segera dan tanpa syarat serta penghentian agresi habis-habisan terhadap rakyat Palestina di Jalur Gaza, penyediaan bantuan kemanusiaan, medis, dan bantuan yang memadai, penyediaan air dan listrik, mendesak pembukaan akses bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza, memperingatkan bahaya berlanjutnya kejahatan genosida dan pembersihan etnis,” bunyi putusan sidang luar biasa tersebut. OKI juga menegaskan bahwa isu Palestina itu merupakan isu seluruh umat Islam. Segala hak yang melekat di rakyat Palestina tidak dapat dicabut, termasuk hak untuk merdeka.(mia/c6/oni)

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
