
ILUSTRASI: Virus. (Pixabay)
JawaPos.com – Kantor kesehatan Bangkok, Thailand memperkirakan akan terjadi tiga wabah penyakit dengan tingkat infeksi yang tinggi pada 2024. Thailand pun berencana untuk meningkatkan pemantauan terhadap 12 penyakit lainnya.
Persiapan sedang dilakukan untuk merawat pasien, melindungi dari infeksi, dan mengamankan obat serta vaksin.
Dikutip dari The Thaiger, Departemen Kesehatan Bangkok memperkirakan akan terjadi wabah tiga penyakit secara signifikan pada tahun 2024. Penyakit tersebut, yaitu COVID-19 varian Omicron, influenza, dan demam berdarah.
Wabah influenza biasanya diperkirakan mulai terjadi pada bulan Mei, dan vaksinasi setahun sekali dapat mencegahnya. Vaksinasi dapat diberikan bersamaan dengan vaksin COVID-19.
Sementara untuk demam berdarah, yang memiliki tingkat infeksi tinggi pada tahun lalu, diperkirakan akan terus berlanjut pada tahun 2024 ini.
Meskipun demam berdarah dapat terjadi sepanjang tahun, kasus tertinggi terjadi pada musim hujan pada bulan Agustus hingga November.
Mayoritas kematian terjadi pada orang dewasa, terutama karena pengobatan yang tertunda dan infeksi kedua kalinya yang lebih parah dibandingkan dengan infeksi pertama, serta sering terjadi pada individu dengan penyakit yang sudah ada sebelumnya.
Untuk ketiga penyakit tersebut, Dinas Kesehatan akan memantau 12 penyakit lainnya.
Hal ini termasuk keracunan makanan atau diare yang sering ditemukan di kelompok lingkungan sekolah, lalu tuberkulosis dengan lebih dari 10.000 kasus baru per tahun di Bangkok.
Kemudian, penyakit tangan, kaki, dan mulut yang umum terjadi di lingkungan Taman Kanak-Kanak dan tempat penitipan anak selama masa sekolah dimulai.
Selanjutnya, HIV/AIDS dengan perkiraan 867 kasus baru dan 1.073 kematian pada tahun 2024.
Penyakit lain yang harus dipantau, antara lain sifilis, abses, tifus scrub, chikungunya, virus Zika, cacar monyet, rabies, dan konjungtivitis.
Dinas Kesehatan telah menyiapkan 69 pusat layanan kesehatan di Bangkok untuk mengantisipasi wabah dan memantau 12 penyakit tersebut.
Langkah-langkah yang diambil termasuk mengamankan peralatan perlindungan infeksi, obat, vaksin, dan tim investigasi pengendalian penyakit.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk menjaga kesehatan untuk mencegah tertular berbagai penyakit dengan mengonsumsi makanan yang baru dimasak, menghindari makanan lama dan sisa makanan, istirahat yang cukup, dan memakai masker untuk mencegah penyakit pernapasan.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
