Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 31 Mei 2022 | 01.38 WIB

Paus Pembunuh Terdampar, Gagal Diselamatkan, Akhirnya Disuntik Mati

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Seekor orca alias paus pembunuh yang terdampar di Sungai Seine, Prancis, akan disuntik mati. Langkah ini diambil karena secara medis terbukti orca tersebut sudah sakit parah, dikutip dari ANTARA.

"Upaya untuk mengembalikan paus ke laut gagal dan demi mencegah menambah stres pada hewan ini, keputusan yang diambil adalah menghentikan intervensi," kata pemerintah lokal Prancis, dikutip dari Reuters pada Senin (30/5).

Seekor paus pembunuh jantan sepanjang 4 meter tersesat ke Sungai Seine sejak 16 Mei lalu. Keberadaannya pertama kali terlihat diantara pelabuhan Le Havre dan kota Honfleur di Normandia. Ia berenang ke arah hulu hingga sampai di kota Rouen.

Pemerintah lokal mengadakan rapat dengan ilmuwan nasional maupun internasional, termasuk diantara mereka ahli mamalia, untuk mengembalikan orca itu ke laut. Mereka menggunakan pesawat nirawak yang mengeluarkan suara orca untuk memandu mamalia itu kembali ke laut. Sayangnya, upaya ini gagal.

Paus tidak menanggapi stimulus suara itu dengan baik, menurut otoritas maritim wilayah Seine. Hasil rekaman suara paus dalam upaya penyelamatan ini menunjukkan mamalia itu stres.

Para ilmuwan mempelajari data yang dihasilkan upaya penyelamatan tersebut. Mereka mengambil kesimpulan, paus pembunuh ini menderita mucormycosis, atau penyakit jamur hitam. Penyakit ini biasa ditemukan pada paus di Amerika Utara, namun, belum ada di Eropa. Hasil penelitian terhadap orca itu menunjukkan penyakit bisa menyebar ke jantung, paru-paru dan otak.

Penyakit yang sudah menyebar ini juga menjawab mengapa respons ganjil paus terhadap stimulus suara saat upaya penyelamatan. Ilmuwan juga melihat penyakit sudah menyebar dalam tahap lanjutan sehingga paus itu sangat menderita.

Melihat kondisi mamalia tersebut, para ahli menilai solusi yang paling mungkin adalah eutanasia agar paus itu tidak sakit lagi.

"Dalam kondisi seperti ini, kelompok ahli sepakat dengan suara bulat bahwa satu-satunya cara yang paling mungkin adalah dengan eutanasia supaya mengakhiri penderitaan paus ini. Juga, untuk analisis mendalam penyakitnya," kata otoritas tersebut.

Editor: Banu Adikara
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore