Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 7 April 2022 | 01.49 WIB

Inggris Catat Rekor Kasus Varian Kembar BA.1-BA.2, Gejala Utama Pilek

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Kasus Covid-19 di Inggris telah mencapai level tertinggi di tengah munculnya varian gabungan Omicron BA.1 dan BA.2 bernama XE. Varian gabungan atau varian kembar ini mencatat puncaknya. Satu varian terjadi pada Januari dan satu lagi pada Februari.

Data dari studi React-1 terbaru Imperial College London menunjukkan dari 8 hingga 31 Maret menemukan 6,37 persen orang di Inggris tertular Covid-19. Ini level tertinggi untuk periode pandemi sejauh ini.

Angka tersebut naik dari 4,41 persen di Januari dan 2,88 persen di Februari. Prevalensi Covid 6,37 persen di Inggris atau setara dengan sekitar 4,3 juta orang.

Meski penelitian ini menemukan penurunan pada anak-anak dan kasus yang meningkat pada usia 18 hingga 54 tahun, infeksi terus meningkat di antara usia di atas 55 tahun dengan prevalensi mencapai 8,31 persen bulan lalu. Ini adalah lompatan besar 20 kali lebih banyak dari prevalensi rata-rata pada kelompok usia tersebut selama hampir dua tahun studi React telah ada.

Subvarian XE telah terdeteksi di Inggris. XE adalah mutasi dari strain Omicron BA.1 dan BA.2 disebut sebagai rekombinan. Rekombinan terjadi ketika dua varian Covid-19 bertemu saat mengalihkan dan memutuskan untuk berevolusi dengan berbagi genom atau karakteristiknya.

Masih sedikit tentang nuansa dari strain khusus ini. Saat ini tidak diyakini XE datang dengan gejala baru. Seperti Omicron, sebagian besar gejala yang dilaporkan diyakini mirip dengan pilek. Itu termasuk pilek, bersin, dan sakit tenggorokan.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore