
Aksi protes bermunculan pasca 100 hari genosida di Gaza.(image by Tehran Times)
JawaPos.com – Sudah lebih 100 hari sejak Israel melakukan Pembantaian di Gaza, Palestina. Gelombang dukungan untuk Palestina dan kemarahan untuk aksi bejat Israel terus muncul dari seluruh pelosok negeri yang ada di dunia.
Dilansir dari tehrantimes.com, Rezim Israel mulai dipojokkan dengan banyaknya suara dan dukungan untuk Palestina yang bermunculan dari rakyat negara-negara besar di dunia:
1. Indonesia
Di Indonesia terjadi sebuah aksi Demonstrasi besar atas terjadinya pembantaian rakyat Palestina di Gaza yang dilakukan rezim Israel.
Ribuan orang berkumpul menyatukan suara mereka di luar kedutaan AS di Jakarta. Mereka mengibarkan bendera Indonesia dan Palestina serta memegang poster bertuliskan ‘Boikot Israel’ dan ‘Gencatan Senjata Sekarang’.
Demonstrasi lainnya juga terjadi di negara-negara termasuk Austria, Denmark, Iran, Meksiko, Bahrain, Bangladesh, India, Belanda, Belarus, dan Jerman serta Yordania dan banyak tempat lainnya.
2. Malaysia
Demonstrasi penting lainnya terjadi di luar kedutaan AS di Kuala Lumpur. Aksi ini ditujukan sebagai protes atas keterlibatan Amerika dalam perang rezim di Gaza.
Pemerintah Malaysia bulan lalu melarang kapal-kapal yang berafiliasi dengan Israel berlabuh di pelabuhan-pelabuhannya dan menyatakan tidak akan lagi mengizinkan kapal-kapal yang melakukan perjalanan ke wilayah Palestina yang diduduki Israel untuk membongkar muatan mereka di seluruh pelabuhan maritimnya.
3. Swiss
Puluhan ribu orang bergabung dalam Hari Aksi Global melancarkan kritik pernyataan netralitas pemerintah Swiss. Masa berpendapat bahwa komitmen netral dan kemanusiaan Swiss berdasarkan resolusi PBB telah ‘dilanggar secara terang-terangan’.
Hal ini terjadi karena apa yang dikatakan oleh pemerintah Swiss dinilai sebagai sikap pro-Israel yang sangat jelas dan itu telah mereka lakukan sejak rezim Zionis Israel melancarkan kampanye pembunuhan dan penghancuran terhadap rakyat Palestina di Gaza.
4. Perancis
Puluhan ribu orang di Perancis menantang siksaan cuaca dingin untuk berbaris di Paris selama berjam-jam sambil membawa poster bertuliskan ‘Kita semua adalah warga Palestina’, ‘Israel adalah pembunuh’, dan ‘Hidup perjuangan rakyat Palestina’.
Terdapat pula sebuah spanduk besar yang menyinggung diamnya beberapa negara besar. Spanduk itu bertuliskan ‘Diamlah saat anak-anak tidur, bukan saat mereka meninggal (dibantai)’.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
