Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 22 Maret 2022 | 21.31 WIB

Putin Serang Ukraina, Eropa Hentikan Misi Jelajahi Mars Bareng Rusia

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Serangan yang dilakukan Rusia ke Ukraina membawa efek domino bagi negeri Beruang Merah itu. Selain diboikot dan diputus hubungan dagang oleh banyak negara, urusan keantariksaan Rusia juga jadi berantakan karena invasi mereka ke Ukraina.

Baru-baru ini, Badan Antariksa Eropa (ESA) mengonfirmasi bahwa mereka telah menangguhkan misi bersama ke Mars dengan mitranya Roscosmos, Badan Antariksa Rusia.

ESA sebelumnya juga mengumumkan bahwa mereka sepenuhnya menerapkan sanksi yang dikenakan pada Rusia oleh negara-negara anggotanya setelah invasi negara itu ke Ukraina. Dan, bahwa peluncuran tahun 2022 untuk rover ExoMars tampaknya tidak mungkin berlanjut sampai waktu yang belum ditentukan.

Saat ini, misi tersebut secara resmi telah dibekukan, hal ini menyusul pertemuan dewan petinggi ESA yang bertemu di Paris untuk meninjau situasi tersebut.

"Sebagai organisasi antarpemerintah yang diberi mandat untuk mengembangkan dan mengimplementasikan program luar angkasa dengan sepenuhnya menghormati nilai-nilai Eropa, kami sangat menyesalkan korban manusia dan konsekuensi tragis dari agresi terhadap Ukraina," jelas ESA melalui pernyataan resminya.

Badan antariksa tersebut juga menyebut pihaknya akan sejalan dengan negara-negara Eropa terkait sikapnya terhadap Rusia atas invasi ke Ukraina. "Sementara mengakui dampak eksplorasi ilmiah ruang angkasa, ESA sepenuhnya selaras dengan sanksi yang dijatuhkan pada Rusia oleh negara-negara anggota," lanjut pernyataan tersebut.

Dewan petinggi ESA telah memutuskan bahwa tidak mungkin untuk terus bekerja sama dengan Roscosmos dan telah memerintahkan Direktur Jenderal ESA untuk mengambil langkah-langkah untuk menangguhkan operasi tersebut. Selain itu, dewan memberi wewenang kepada Direktur Jenderal untuk melakukan dan mempercepat studi industri untuk menemukan opsi tentang bagaimana agensi dapat bergerak maju dengan misi ExoMars tanpa kehadiran Rusia.

Dikutip dari Engadget, ExoMars adalah misi dua bagian, dan agensi mengirim pesawat ruang angkasa pertamanya bernama Trace Gas Orbiter ke orbit Mars pada tahun 2016. Mereka seharusnya meluncurkan penjelajah yang dinamai ilmuwan Rosalind Franklin tahun ini untuk bagian kedua dari program setelah penundaan sebagian disebabkan oleh pandemi Covid-19.

ESA bertugas mengembangkan rover, yang akan menggunakan kendaraan peluncur dan pendaratan Rusia. Selain itu, hal ini diketahui hanyalah salah satu program luar angkasa yang terkena dampak perang di Ukraina.

Roscosmos sebelumnya menarik diri dari Pusat Antariksa Guyana sebagai pembalasan atas sanksi Uni Eropa (UE) dan menolak meluncurkan satelit internet OneWeb yang seharusnya mengorbit dengan roket Soyuz.

Dmitry Rogozin, Direktur Jenderal Roscosmos, juga mengklaim bahwa sanksi terhadap Rusia dapat mengganggu operasi pesawat ruang angkasa negara itu yang mengemudikan ISS. Dan, dapat menyebabkan stasiun itu jatuh ke laut atau ke darat.

Rusia juga mengumumkan berhenti memasok mesin roket ke Amerika Serikat (AS). "Biarkan mereka terbang dengan sesuatu yang lain, sapu terbang mereka misalnya," kata Rogozin kesal.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore