Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 10 Maret 2022 | 01.25 WIB

Harga Emas dan Tepung Naik di Indonesia karena Perang Rusia-Ukraina

Photo - Image

Photo

JawaPos.com–Perang Rusia-Ukraina telah berdampak pada sektor ekonomi internasional. Hingga saat ini, banyak perusahaan internasional maupun negara-negara tertentu memberi sanksi kepada Rusia.

Menurut dosen Hubungan Internasional (HI) Universitas Airlangga (Unair) Citra Hennida, sanksi yang diberikan berbagai pihak kepada Rusia itu bisa berupa apapun. Di antaranya adalah larangan penerbangan, pembatasan memasuki pasar investasi, sampai pembatasan perdagangan.

”Bagi Indonesia, kenaikan harga roti, mi, dan emas, menjadi salah satu dampak ekonomi dari serangan Rusia ke Ukraina. Dampak ekonomi penduduk Ukraina dan beberapa negara lain adalah sulitnya mendapatkan uang tunai,” tutur Citra Hennida.

Dia menjelaskan, Amerika Serikat dan Inggris melarang investor dalam negeri berinvestasi di sektor-sektor yang kemungkinan digunakan Rusia untuk membiayai perang. Aksi tersebut diikuti pula banyak korporasi global.

”Misalnya Ikea, Disney, Shell, Ford, hingga Apple, yang membatasi atau berhenti beroperasi di Rusia,” kata Citra pada Rabu (9/3).

Alumnus Flinders University, Australia itu menyebut, Ukraina menjadi salah satu pengekspor gandum, bahan dasar mi dan roti, terbesar di Indonesia. Stok gandum tertahan di pelabuhan lantaran ketegangan di beberapa kawasan jalur distribusi.

”Tinggal cari, kita punya komoditas ekspor apa dengan Rusia dan Ukraina. Akan langsung ketemu komoditas ekspor mana saja yang kemungkinan akan terganggu,” terang Citra Hennida.

Sementara itu, kenaikan harga barang juga beriringan dengan laju inflasi. Termasuk Indonesia, Citra menyebut uang berlebih yang dikeluarkan untuk mendapat komoditas ekspor dari Rusia atau Ukraina akan memicu inflasi.

”Indonesia kan masih sangat tergantung impor. Apalagi, kita juga masih berusaha bangkit dari pandemi,” ujar Citra Hennida.

Kenaikan harga emas beberapa waktu lalu juga merupakan dampak dari konflik Rusia-Ukraina. Sebab, tidak ada yang mengira konflik itu akan berlangsung lama.

”Konflik itu telah memasuki minggu kedua dan berdampak besar pada iklim investasi global. Konflik ini memicu kegelisahan karena boikot yang dilakukan berbagai negara. Akhirnya investor akan berinvestasi pada hal-hal yang pasti, seperti emas,” tutur Citra Hennida.

Emas menjadi instrumen yang menjaga nilai uang. Karena itu, tidak mengherankan jika belakangan banyak orang berburu emas hingga menaikkan harga emas secara global.

”Di Indonesia 1 gram emas mencapai kisaran satu juta rupiah. Bahkan dalam sehari bisa naik 15.000 rupiah. Penyebabnya banyak orang mencari emas karena dianggap investasi yang lebih aman,” kata Citra.

Dampak-dampak itu, lanjut dia, merupakan bukti dari dua karakteristik sanksi ekonomi bagi Rusia. Yakni sanksi menyasar bisnis-bisnis milik oligarki. Selain itu, mengarah ke sektor dengan tingkat ketergantungan rendah pada negara pemberi sanksi.

”Rusia memiliki sistem semi otokratik. Dukungan publik tidak berpengaruh. Yang berpengaruh pada kebijakan luar negeri adalah presiden, elite politik, dan oligarki di sana,” ujar Citra Hennida.

Dia menambahkan, terdapat beberapa langkah yang bisa dilakukan pemerintah untuk mengatasi dampak ekonomi konflik Rusia-Ukraina. Di antaranya, pemerintah harus memperbanyak variasi suplai dan melakukan shifting pada komoditas ekspor dari dua negara tersebut.

Untuk impor gandum, Citra mencontohkan beberapa negara alternatif seperti Kanada, Amerika Serikat, Pakistan, atau Bangladesh. ”Intinya cari alternatif. Lalu, cari juga mitra lain yang butuh barang kita. Termasuk mencari alternatif atau mengganti tempat investasi FDI (foreign direct investment),” terang Citra Hennida.

”Pemerintah, korporasi, maupun pelaku ekonomi, harus memperhatikan rantai suplai yang berkaitan dengan Rusia dan Ukraina. Segera cari alternatif pasar baru, variasi suplai dan investor baru untuk menjaga perekonomian dan investasi dalam negeri,” tambah dia.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore