Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 17 Februari 2022 | 18.48 WIB

Ahli AS: Saatnya Memulai Kehidupan Normal di Tengah Covid-19

dr Fauci (Pool via Reuters/J. Scott Applewhite) - Image

dr Fauci (Pool via Reuters/J. Scott Applewhite)

JawaPos.com - Pakar penyakit menular terkemuka AS, dr. Anthony Fauci mengatakan bahwa sudah waktunya bagi Amerika Serikat untuk mulai beringsut kembali ke kehidupan normal. Meski, tetap ada risiko terpapar Covid-19.

Dalam sebuah wawancara dengan Reuters, Fauci mengatakan negara-negara bagian AS menghadapi pilihan sulit dalam upaya mereka untuk menyeimbangkan kebutuhan untuk melindungi warga dari infeksi dan kelelahan yang tumbuh akibat pandemi yang telah memasuki tahun ketiga.

"Tidak ada solusi sempurna untuk ini (atasi pandemi, Red)," kata Fauci, penasihat medis utama Presiden Joe Biden dan anggota Tim Tanggap Covid-19 Gedung Putih.

Sebelumnya para pejabat kesehatan AS mengatakan sedang mempersiapkan panduan baru Covid-19 tentang banyak aspek penanganan virus ketika lonjakan kasus Omicron menurun.

Pernyataan itu mengikuti pengumuman oleh beberapa negara bagian, termasuk New Jersey, New York, California, Connecticut, Delaware dan Oregon, bahwa mereka mencabut wajib masker di sekolah atau tempat umum lainnya dalam beberapa minggu mendatang.

"Fakta bahwa dunia dan Amerika Serikat dan khususnya bagian-bagian tertentu dari Amerika Serikat sudah terlalu lelah dengan Covid-19. Mereka benar-benar perlu mendapatkan hidup mereka kembali," katanya.

"Anda tidak boleh sembrono dan mengabaikan segalanya, tapi Anda harus mulai beringsut ke arah itu," imbuh Fauci.

Bahkan dengan tren positif, angka Covid-19 tetap tinggi dengan sekitar 2.200 orang Amerika meninggal setiap hari, kebanyakan dari mereka tidak divaksin.

Rata-rata harian kasus Covid-19 untuk tujuh hari saat ini sekitar 147.000, turun sekitar 40 persen dari minggu sebelumnya, menurut data pemerintah. Selama periode yang sama, penerimaan pasien di rumah sakit turun sekitar 28 persen menjadi 9.500 per hari.

Fauci mengakui bahwa perbaikan kebijakan di negara-negara bagian dapat melahirkan kompromi untuk mencapai keuntungan di satu sisi dan menimbulkan korban dan kasus infeksi yang tak perlu di sisi lain, tetapi terlalu cepat memangkas kebijakan pencegahan ketat juga berbahaya.

"Apakah dampaknya pada kesehatan mental, pada perkembangan anak-anak, pada sekolah, seimbang dengan upaya mensterilkan dan melindungi (kita) dari infeksi? Saya tidak punya jawaban yang tepat untuk itu," pungkas Fauci.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore