
Getty Images
JawaPos.com - Hanya di pesantren Al-Fatah, waria di Indonesia dapat merasa aman. Di pesantren yang terletak di Yogyakarta itu, mereka bisa berdamai dengan Tuhan dan bukannya dipandang sebagai orang berdosa karena jadi transgender.
Shinta Ratri, pengasuh pondok pesantren Indonesia, membenarkan pelafalan para anggota pondokan saat mengucapkan "hanya ada satu Tuhan” dalam Bahasa Arab. Tak lama setelah itu, mereka pun bersiap untuk shalat. Tidak ada yang janggal, selain jemaah yang berkumpul di permukiman padat penduduk di Kotagede, Yogyakarta tersebut, semuanya adalah perempuan transgender.
Tidak mudah untuk secara terbuka menjadi waria, ketika begitu banyak penolakan yang mendesak mereka untuk menyembunyikan identitasnya.
Aktivis HAM menyebutkan kehadiran kelompok Islam garis keras menjadi pemicu terkikisnya sikap toleran yang selama ini hadir di tengah masyarakat terhadap waria - sebuah singkatan untuk "wanita" dan "pria".
Shinta Ratri adalah pemilik pondok pesantren untuk transgender. Ratri yang saat ini berusia 56 tahun dan rekannya sesama waria menyaksikan intimidasi ini secara langsung tahun 2016 lalu, ketika kelompok Front Jihad Islam (FJI) menuntut penutupan pesantren Waria Al-Fatah.
Yuri Shara (51) menggambarkan bagaimana sekelompok pria berjubah putih dan kopiah bersikap "agresif” ketika mendatangi pesantren itu setelah shalat Jumat.
"Saya merasa marah karena kebebasan saya, terutama kebebasan saya untuk beragama, dilanggar,” kata Shara yang ditinggal di pesantren. "… Bahkan negara tidak sepenuhnya menjamin keselamatan kami dari kelompok-kelompok ini,” ucapnya menambahkan sambil melepaskan rambut palsunya serta membersihkan dandanan sebelum beranjak mengikuti teman-temannya untuk sholat.
Kelompok antiwaria
Pesantren yang didirikan tahun 2008 lalu itu sempat kosong selama empat bulan pasca penggerebekan FJI tersebut, namun perlahan satu demi satu anggota pesantren datang kembali ke tempat yang kini dianggap sebagai lokasi aman bagi komunitas waria. Meski kehadiran pesantren tersebut tidak mendapat penolakan dari warga sekitar, namun kelompok penentang tetap ada.
"Kami percaya, sudah tugas kami sebagai Muslim untuk mencegah perilaku LGBT semacam ini dan melarangnya,” ujar Umar Said, Juru Bicara FJI yang juga aktif memimpin Forum Umat Islam DIY.
Meski FUI tidak "mengincar" waria, namun kelompok ini tetap berkomitmen untuk mencegah komunitas waria mengampanyekan hak-hak mereka. Menjadi transgender adalah penyakit yang bisa disembuhkan melalui ibadah, imbuh Umar Said.
Waria di tengah masyarakat
Secara historis, waria atau kelompok gender tidak pasti lainnya (gender fluid) telah diterima sebagai bagian dari masyarakat Indonesia. Suku Bugis di Sulawesi misalnya secara tradisional mengakui lima jenis kelamin. Ada kelompok yang disebut calabai, merujuk pada laki-laki yang hidup sebagai perempuan. Ada juga istilah "bissu" yang artinya orang yang bukan perempuan dan bukan laki-laki yang memiliki posisi penting dalam adat Bugis.
Homoseksualitas tidak diatur dalam hukum di Indonesia, kecuali di provinsi ultra-konservatif di Aceh lewat aturan syariah yang melarang hubungan sesama jenis. Namun DPR RI sedang mempertimbangkan untuk merevisi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) untuk memberlakukan pembatasan hubungan seksual di luar nikah – sebuah langkah yang menurut aktivis bisa digunakan untuk menargetkan kelompok LGBT.
Berdamai dengan Tuhan

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
