
Seseorang sedang memilih parfum yang sesuai dengan kepribadian. (Nurul Adriyana/JawaPos.com)
JawaPos.com - Seorang remaja pria berusia 13 tahun, Sahil Shah, kehilangan kemampuannya untuk mencium bau. Dia terinfeksi Covid-19 pada November 2020. Namun sampai enam bulan kemudian, kemampuannya menghirup aroma masih belum muncul. Orang tuanya mencari bantuan ke siapa saja.
"Kami bertemu dengan ahli saraf, ahli bedah saraf, spesialis THT, mereka bilang seharusnya sudah kembali (indra penciuman)," kata ayah Sahil, Pratik Shah, seperti dilansir Channel News Asia.
Faktanya, remaja asal Chicago itu masih belum memiliki kemampuan penciuman atau pengecap dalam 6 bulan. Lantas, keluarga itu mencari bantuan dari sumber yang tidak terduga. Siapa dia?
Ahli wewangian New York Sue Phillips. Dia telah membantu mengembangkan dan memasarkan parfum untuk Elizabeth Arden, Lancome dan Tiffany & Co, dan sekarang menjalankan perusahaannya sendiri, Scenterpris.
"Jadi izinkan saya memberi tahu Anda, pertama-tama, saya bukan dokter. Saya bukan ilmuwan. Saya bahkan bukan ahli kimia," kata Phillips kepada seorang klien di butiknya di Upper East Side of Manhattan.
Untuk memulai proses membantu seseorang belajar mencium lagi, Phillips menyiapkan rangkaian 18 wewangian yang dicampur secara khusus. Dimulai dengan aroma yang lebih ringan seperti mawar, lavender, dan mint. Phillips memberikan satu setrip beraroma pada kliennya. Jika tidak ada respons, dia menggunakan aroma yang lebih kuat seperti spice dan musk.
"Apa yang terjadi adalah kami melatih orang untuk mencium dengan otak. Dan kemudian mereka bisa mulai mencium lagi. Dan itu benar-benar menakjubkan," jelasnya.
Setelah mengunjungi Philips, ayah Shah mengatakan bau Sahil sekarang sekitar 25 persen. "Ini lebih baik dari nol," ungkapnya.
Sebuah panel ahli merekomendasikan dalam sebuah makalah yang diterbitkan pada Januari di Journal of Allergy and Clinical Immunology bahwa pasien Covid-19 yang kehilangan kemampuan mencium aroma, cara terbaik adalah dengan latihan menghirup aroma. Ahli saraf Universitas Harvard Venkatesh Murthy mengatakan beberapa bau dapat memicu ingatan dan emosi.
"Dengan mencoba berbagai wewangian yang berbeda, mungkin untuk orang tertentu, menemukan satu atau dua hal yang dapat dirasakan oleh indra penciuman yang tersisa," katanya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
