Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 9 Oktober 2023 | 16.31 WIB

Empat Negara Afrika Dilanda Keterbatasan Vaksin Rotavirus untuk Anak

Seorang bayi mendapatkan vaksinasi Rotavirus di RS Fort Portal di Uganda pada November 2021. (Sumber: UNICEF/Wamala) - Image

Seorang bayi mendapatkan vaksinasi Rotavirus di RS Fort Portal di Uganda pada November 2021. (Sumber: UNICEF/Wamala)

JawaPos.com - Keberadaan vaksin untuk mencegah infeksi rotavirus yang mematikan pada anak-anak hampir habis persediaannya di Kenya, Tanzania, Senegal, dan Kamerun, kata para pejabat dilansir dari Reuters, setelah gangguan yang dialami GSK selaku produsen obat itu.

Organisasi Kesehatan Dunia memperkirakan bahwa hingga 200.000 anak meninggal setiap tahunnya karena infeksi yang sangat menular ini, yang merupakan penyebab utama gastroenteritis parah dan dehidrasi pada anak-anak di bawah usia lima tahun secara global.

GSK mengonfirmasi bahwa terdapat kekurangan sekitar 4 juta dosis vaksin Rotarix tahun ini, turun menjadi 42 juta dari perkiraan semula sekitar 46 juta.

Produsen obat Inggris tersebut telah mengurangi pengiriman yang disepakati sebesar 10 juta per tahun untuk periode 2022-2028, kata Gavi atau Aliansi Vaksin.

GSK mengakui penurunan pasokan dan mengatakan pihaknya sedang menyusun rencana untuk mengatasi defisit tersebut.

"GSK berkomunikasi dengan Gavi awal tahun ini mengenai tantangan manufaktur yang menyebabkan penurunan produksi Rotarix dalam jangka pendek yang tidak direncanakan pada 2022, yang mana rencana mitigasi prioritasnya sudah sepenuhnya siap," kata juru bicara GSK dilansir dari Reuters.

GSK tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai masalah manufaktur atau rencana apa yang sedang dijalankan.

Gavi mengatakan selain berkurangnya pasokan Rotarix pada 2022, juga akan terjadi penundaan pengiriman vaksin.

UNICEF bekerja sama dengan Gavi untuk membantu memasok vaksin rotavirus ke negara-negara miskin, bersama dengan pemerintah nasional.

Kedua organisasi tersebut mengatakan mereka berupaya untuk mengganti vaksin yang dibuat oleh produsen lain, atau dari negara-negara yang memiliki dosis cadangan.

Rotarix diberikan dalam dua dosis oral untuk bayi mulai usia enam minggu.

Dosis kedua harus diberikan setidaknya empat minggu setelah dosis pertama, dan paling lambat 24 minggu, sehingga menambah tekanan waktu pada inokulasi.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore