Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 18 September 2023 | 19.19 WIB

3 Langkah Mengurangi Risiko Virus Nipah yang Digadang sebagai Pandemi Jilid 2

Ilustrasi: mengurangi risiko virus nipah (Andrea Piacquadio/Pexels) - Image

Ilustrasi: mengurangi risiko virus nipah (Andrea Piacquadio/Pexels)

JawaPos.com - Virus nipah berdasarkan data dari World Health Organization (WHO) memiliki tingkat kematian tinggi bagi manusia, yaitu antara 40 sampai 75 persen.

Angka tersebut bervariasi tergantung pada wilayah yang terpapar dalam melakukan surveilans epidemiologi penyakit menular dan manajemen pencegahan.
 
Virus nipah dapat menjangkit manusia melalui hewan, umumnya adalah babi dan kelelawar.
 
Selain babi dan kelelawar, dapat pula menular ke manusia melalui makanan yang terkontaminasi virus ini.
 
Sehingga, pengurangan risiko terjangkit virus dapat dilakukan dengan beberapa langkah yang tepat, yakni mengurangi risiko dari kelelawar ke manusia, hewan peliharaan ke manusia, dan manusia ke manusia.
 
Mengingat belum ada vaksin untuk virus nipah, satu-satunya cara mengurangi sekaligus menjadi tindakan preventif dengan meningkatkan kesadaran dan edukasi.
 
Edukasi yang disarankan oleh WHO untuk mengurangi paparan terhadap virus nipah antara lain:
 
 
1. Mengurangi risiko virus nipah dari kelelawar ke manusia
 
Edukasi dalam mencegah penularan virus dari kelelawar ke manusia, pertama-tama berfokus pada pengurangan akses kelelawar pada makanan utamanya. Seperti getah kurma atau produk buah segar lainnya.
 
Secara lebih detail, hal ini dapat dilakukan dengan memberi penutup di tempat pengumpulan getah agar kelelawar tidak memiliki akses menyentuhnya.
 
Begitu pula buah kurma yang barusan dipetik harus direbus terlebih dulu, dicuci, kemudian dikupas sebelum dikonsumsi manusia. Serta membuang buah-buahan yang memiliki tanda-tanda gigitan kelelawar.
 
2. Mengurangi risiko virus nipah dari hewan peliharaan ke manusia
 
Adanya virus nipah menciptakan momok menakutkan jika terdapat hewan peliharaan sakit. Oleh karenanya, ketika menangani hewan sakit perlu pakaian pelindung, sarung tangan, sepatu, dan masker.
 
Babi merupakan hewan yang bisa menularkan virus nipah ke manusia. Hindari kontak langsung dengan babi yang sakit, apalagi tanpa menggunakan perlengkapan perlindungan apapun.
 
 
3. Mengurangi risiko virus nipah dari manusia ke manusia
 
Sebagaimana mengurangi risko dari hewan, sebaiknya juga menghindari kontak fisik dengan manusia yang terinfeksi virus ini.
 
Gejala terinfeksi virus nipah menurut WHO antara lain: demam, sakit kepala, nyeri otot (myalgia), muntah, dan sakit tenggorokan.
 
Gejala di atas biasanya diikuti dengan tanda-tanda neurologis mengalami ensefalitis akut seperti perubahan kesadaran.
 
Beberapa kasus parah bahkan adanya indikasi kejang dan gangguan pernapasan yang mengakibatkan koma dalam kurun waktu 24 sampai 48 jam.
 
Meski begitu, gejala umum virus nipah biasanya tidak terdeteksi dalam sekali diagnosis. Sehingga perlu mencuci tangan dan menjaga kebersihan secara teratur, misalnya setelah menjenguk orang sakit. ***
Editor: Novia Tri Astuti
Sumber: who.int
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore