JawaPos.com - Jika ada orang yang merasa sangat terancam dengan perkembangan kendaraan listrik atau electric vehicle (EV), salah satunya yang terang-terangan adalah mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Dirinya sangat tidak menyukai kendaraan listrik dan mengkritik keras dorongan pemerintahan Jod Biden terhadap kendaraan listrik dan perluasan jaringan pengisian daya publik yang pesat di negara tersebut.
Trump, yang mencalonkan diri sebagai kandidat Partai Republik untuk kembali duduk sebagai Presiden AS pada tahun 2024, menulis di situs Truth Social m-nya bahwa peralihan ke kendaraan listrik akan sepenuhnya menghilangkan industri otomotif bersejarah Michigan.
Diketahui, Michigan adalah negara bagian penting di AS dan jelas-jelas menjadi sasaran strategis Trump dan tim kampanyenya. Trump menyebut bahwa Negara Bagian Michigan tidak akan memiliki industri otomotif lagi jika konsep gila 'semua mobil listrik' dijalankan Joe Biden.
“CHINA AKAN MENGAMBIL SEMUANYA, 100%. United Auto Workers, Vote for Trump. Mintalah para pemimpin kalian untuk MENDUKUNG AKU, AKU AKAN MENJAGA SEMUA PEKERJAAN BESAR INI, DAN MEMBAWA LEBIH BANYAK LAGI. PILIHAN DI SEKOLAH, DAN PILIHAN MOBIL!!!” tulis Trump di media sosial bikinannya itu.
Berkat investasi dan perubahan legislatif yang diterapkan oleh pemerintahan Biden, sebuah studi baru-baru ini menemukan bahwa investasi kendaraan listrik senilai USD 124 miliar di pabrik dan fasilitas baterai telah diumumkan di AS sejak tahun 2021.
Yahoo Finance melaporkan, di antara perusahaan yang melakukan investasi terbesar adalah LG Chem dengan USD 17,2 miliar, Tesla dengan USD 15,7 miliar, GM USD 15,5 miliar, dan Ford dengan USD 11,9 miliar.
Trump tidak hanya mengincar Joe Biden dalam posting-an media sosialnya. Dia juga mengkritik presiden serikat pekerja United Auto Workers Shawn Fain karena mendukung kendaraan listrik.
“Shawn Fain, Presiden United Auto Workers yang dihormati, bahkan tidak bisa memikirkan untuk mengizinkan SEMUA MOBIL LISTRIK — SEMUANYA AKAN DIBUAT DI CHINA, dan Industri Otomotif di Amerika akan lenyap!” kata Trump menegaskan.
Sementara itu mengutip The Hill via Carscoops, kni bukan pertama kalinya Trump mengkritik kebijakan Biden mengenai kendaraan listrik. Pada bulan Juni lalu, dia menggambarkan presiden saat ini sebagai “bencana bagi Michigan,” dan menyatakan bahwa “ekstremisme lingkungan yang dilakukannya tidak berperasaan dan tidak loyal serta mengerikan bagi pekerja Amerika.
Sebagaimana diketahui juga, saat ini kendaraan listrik atau EV, khususnya mobil memang telah menjadi sesuatu yang massif hadir di masyarakat. Solusi transportasi baru berbasis baterai dan tidak menggunakan bahan bakar fosil ini diyakini lebih ramah lingkungan.