
Former Renault-Nissan boss Carlos Ghosn gestures as he addresses a large crowd of journalists on his reasons for dodging trial in Japan, where he is accused of financial misconduct, at the Lebanese Press Syndicate in Beirut on January 8, 2020. - The 65-ye
JawaPos.com – Mantan CEO Nissan Carlos Ghosn muncul kali pertama di depan publik sejak kabur dari Jepang pada akhir tahun lalu. Di hadapan awak media, Ghosn bersumpah bakal membersihkan nama baiknya dari kampung halamannya di Lebanon.
Pria 65 tahun itu mengatakan bahwa Kejaksaan Jepang berkolusi dengan perusahaan yang pernah dia pimpin untuk mencabut kekuasaannya di industri otomotif Jepang. Selama proses hukum, Ghosn merasa terus diintimidasi aparat dengan perlakuan dan rumor-rumor yang tak mengenakkan.
”Berkat kabar palsu dan menyimpang yang beredar, saya langsung diasumsikan bersalah oleh seluruh dunia. Saya tiba-tiba menjadi sandera di negara yang sudah saya layani selama 17 tahun,” ungkap pria dengan tiga kewarganegaraan itu kepada Agence France-Presse.
Ghosn yang pernah mengangkat kembali Nissan dari perusahaan merugi menjadi untung itu mengatakan, dirinya ditahan di sel sempit dengan jendela kecil sebelum bebas bersyarat. Aparat hanya mengizinkannya mandi dua kali sehari. Bahkan, dia sempat ditahan di ruang isolasi selama 130 hari. ”Berkali-kali jaksa berkata kepada saya. Situasi hanya akan memburuk jika saya tak mengaku,” imbuhnya.
Saat ditanya detail kabur dari Jepang, Ghosn menolak. Dia hanya menegaskan bahwa keluarganya tak tahu rencana tersebut. Carole sendiri mengatakan bahwa dirinya tak tahu soal rencana gila Ghosn sebelum Natal.
”Saya sedang bersama anak-anak di Beirut. Tiba-tiba ada telepon yang mengatakan ada kejutan untuk saya,” ungkap Carole. Ghosn dikabarkan kabur dengan jet pribadi dengan masuk ke kotak instrumen musik.
Carole mengatakan bahwa kabur dari Jepang merupakan satu-satunya opsi. Sebab, sejak awal otoritas Jepang terus mengulur waktu sidang, sedangkan semua hak-hak suaminya terus dilucuti.
Sementara itu, Jepang benar-benar kebakaran jenggot dengan sikap Ghosn. Menteri Kehakiman Jepang Masako Mori mengatakan, keputusan Ghosn untuk kabur benar-benar menghina sistem hukum Jepang.
Saat ini Jepang sepertinya mencoba cara apa pun untuk menggeret Ghosn kembali ke Jepang. Pekan lalu mereka mencabut status bebas bersyarat Ghosn dan mengajukan permintaan penangkapan ke Interpol.
Kejaksaan juga mengeluarkan surat penangkapan Carole. Mereka menuding Carole memalsukan kesaksian pada sidang April. Mereka juga berusaha mendapatkan komputer yang digunakan Ghosn, tetapi ditolak sang pengacara Junichiro Hironaka.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
