
Peserta rapat terbuka Dewan Keamanan PBB yang mengenakan batik saat berbincang-bincang sebelum rapat digelar (Kemenlu).
JawaPos.com - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi memimpin debat terbuka Dewan Keamanan Persatuan Bangsa-Bangsa (DK PBB) kemarin waktu Amerika Serikat. Retno menyampaikan komitmen Indonesia untuk meningkatkan peran personel perempuan penjaga perdamaian (peace keepers).
Pertemuan di Markas PBB, New York, AS, itu mengusung tema "Menabur Benih Perdamaian: Pelatihan dan Pembangunan Kapasitas untuk Meningkatkan Keselamatan dan Kinerja Pasukan Perdamaian PBB". Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres juga hadir dalam pertemuan itu.
Ada yang menarik dalam rapat tersebut. Ragam motif batik dan tenun yang dikenakan delegasi berbagai negara mewarnai ruang sidang DK PBB. Antonio Guterres bahkan terlihat mengenakan kemeja batik dengan motif tenun troso berwarna kuning keemasan.
Dress code batik dipilih sebagai bentuk penghormatan kepada Indonesia. Sebab, bulan ini Indonesia menjadi pemegang Presidensi DK PBB. "Sangat menyenangkan, sidang hari ini cantik dan colorful. Sebagian besar anggota Dewan Keamanan PBB mengenakan batik, termasuk Sekjen PBB yang mengenakan tenun dari Bali," ungkap Retno bangga. Dia berharap, melalui acara tersebut, batik bisa makin populer. Apalagi, UNESCO telah mengakui batik sebagai warisan kebudayaan dunia.
Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi bersama Sekretaris Jenderal PBB, Antoni Guterres, terlihat mengenakan batik dalam sidang Dewan Keamanan PBB. (Kemenlu)
Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi bersama Sekretaris Jenderal PBB, Antoni Guterres, terlihat mengenakan batik dalam sidang Dewan Keamanan PBB. (Kemenlu)
Debat terbuka itu merupakan salah satu agenda prioritas Indonesia selama menjadi anggota tidak tetap DK PBB periode 2019-2020. Pada kesempatan tersebut, menteri berusia 56 tahun itu menyatakan, personel perempuan lebih efektif melakukan pendekatan kepada masyarakat di wilayah konflik.
''Lebih bisa mengikat hati dan memberi rasa nyaman bagi masyarakat yang trauma akibat perang dan konflik,'' jelas Retno dalam pidatonya. Karena itu, lanjut dia, pengembangan skema pelatihan khusus bagi personel perempuan sangat penting. ''Fokus training and capacity building adalah bagaimana meningkatkan kinerja dan keselamatan pasukan perdamaian,'' kata Retno.
Hingga saat ini, Indonesia mengirim lebih dari 100 personel perempuan pasukan perdamaian. Seluruhnya tersebar untuk 8 di antara 14 misi perdamaian PBB. Menurut Retno, operasi penjaga perdamaian PBB adalah alat paling efektif untuk memelihara perdamaian dunia. Delapan kali lebih murah daripada misi unilateral.
Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi bersama Sekretaris Jenderal PBB, Antoni Guterres, terlihat mengenakan batik dalam sidang Dewan Keamanan PBB. (Kemenlu)

Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
Dugaan Penipuan Lowongan Kerja Libatkan Eks Camat Pakal, DPRD Surabaya Desak Pengawasan ASN Diperketat
Deretan 11 Kuliner Pempek Terenak di Bandung yang Wajib Masuk Daftar Kunjungan
20 Tempat Makan Paling Recommended di Semarang, Banyak Pilihan Menu Kuliner yang Memanjakan Lidah
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Resmi! Daftar Line Up Skuad Clash of Legends 2026 Barcelona Legends vs DRX World Legends di GBK
Heboh Isu Perselingkuhan Istri Ahmad Sahroni dengan Seorang Duda Drummer Band Tahun 90-an, Netizen: Ketahuan Mulu Mesra-mesraan di Publik
21 Rekomendasi Tempat Makan Dekat Stasiun Bandung, Kuliner Terbaik yang Cocok Saat Lagi Transit
Harga LPG Non Subsidi Naik per 18 April 2026, Cek Daftar Harga Terbarunya!
9 Soto Legendaris di Bandung, Kuliner Murah Isian Melimpah tapi Rasa Juara
