
Polisi berpatroli di depan Tugu Arc de Triomphe, Champs Elysees, Paris pada Sabtu (1/7/2023). (Timesofisrael.com/ AP/Christophe Ena)
JawaPos.com- Perancis sedang dilanda ketegangan. Rusuh. Penyebabnya adalah gejolak amarah rakyat usai terjadi penembakan oleh polisi terhadap remaja berusia 17 tahun bernama Nahel Merzouk di Paris pada Selasa (27/6) lalu.
Konflik tak dapat terelakkan. Kerusuhan pecah. Kejadian ini juga berbuntut panjang dan menyeret kemarahan komunitas Yahudi di Perancis.
Sebabnya, dilansir dari The Messenger, sebuah tugu peringatan Holocaust di Paris, Perancis, dirusak oleh pengunjuk rasa yang marah atas pembunuhan remaja Afrika Utara berusia 17 tahun awal pekan ini oleh polisi Perancis.
Sebuah video yang diposting Jumat di Twitter oleh Lisa Daftari menunjukkan "Memorial to the Martyrs of the Deportation" Perancis dirusak dengan grafiti ketika setidaknya satu pengunjuk rasa berusaha membakar bendera negara di lokasi tersebut.
Menurut Jewish Chronicle, tugu peringatan tersebut merupakan penghormatan kepada 200.000 orang Yahudi yang dideportasi dari Perancis ke kamp konsentrasi yang dijalankan oleh Nazi selama Perang Dunia II lalu.
Selain perusakan tugu peringatan, berita tersebut juga mengatakan toko dan restoran yang dijalankan oleh penduduk Yahudi dibakar di Sarcelles, di pinggiran utara Paris.
"Ini benar-benar kemarahan dan aib," kata Ariel Goldmann, presiden United Jewish Social Fund, per the Jewish Chronicle. "Tidak ada yang dihormati," lanjut Goldmann.
Kongres Yahudi Eropa itu menyebut vandalisme sebagai "tindakan tidak hormat yang memalukan untuk mengenang para korban Holocaust," dan menyarankan agar "dikutuk dengan tegas, dan mereka yang bertanggung jawab dimintai pertanggungjawaban."
Seperti sudah disinggung di atas, kerusuhan dan protes bermula dari penembakan fatal Selasa (27/6) terhadap remaja yang diidentifikasi Nahel Merzouk. Rincian konfrontasi polisi tidak jelas. Lebih dari 660 orang ditangkap, dan hampir 250 petugas polisi terluka selama kerusuhan dan demonstrasi setelah kematiannya.
Jam malam diberlakukan di kota-kota di sekitar Paris, dan pihak berwenang mengeluarkan larangan pertemuan publik di Lille dan Tourcoing. Di Nanterre, pusat kerusuhan, ketegangan meningkat pada malam hari, dan warga menyalakan kembang api dan bahan peledak di distrik Pablo Picasso tempat tinggal Nahel. (*)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Malaysia vs Vietnam: Superkomputer Jagokan The Golden Star Warriors
Soal Penolakan Pembangunan Gereja di Citraland, Wali Kota Eri: Tidak Sesuai Site Plan
Prediksi Skor Singapura vs Thailand: Ilhan Fandi Jadi Ancaman, Tuan Rumah Bisa Bikin Kejutan
Persebaya Surabaya Siapkan Penyerang Pengganti Alex Martins di Super League
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Sabah FC vs Persib Bandung: Pangeran Biru Bidik Puncak Dewata Challenge Series 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Kasus Penjahit Rasis Bali Kembali Diperbincangkan, Diduga Ada Intimidasi Saat Audiensi
