
BELUM ADA KEJELASAN: Foto orang hilang akibat kebakaran di Grenfell Tower, London, Rabu (14/6) ditempel di dinding gedung dekat lokasi kejadian. Polisi mengatakan, dibutuhkan waktu lama untuk mengidentifikasi korban yang tewas terbakar.
JawaPos.com - Hari ini (19/6), tepat pukul 11.00 waktu setempat, masyarakat Inggris mengenang tragedi Grenfell Tower. Perdana Menteri (PM) Theresa May menginstruksikan hening cipta nasional setelah kebakaran hebat di bangunan 24 lantai yang terletak di North Kensington, Greater London, pada Rabu dini hari (14/6) itu. Sejauh ini, jumlah korban tewas dilaporkan mencapai 58 orang.
’’Pemerintah akan melakukan apa pun untuk membantu para korban. Kami juga akan mengusut kejadian itu secara hukum dan yang paling penting menjamin keselamatan rakyat,’’ ungkap May setelah menerima perwakilan para korban Grenfell Tower di Downing Street 10, Sabtu (17/6). Dia menyebut kebakaran hebat itu sebagai tragedi. Khususnya tragedi bagi komunitas North Kensington.
Sehari setelah kebakaran yang memaksa 200 personel pemadam bekerja keras dengan bantuan 40 unit mobil itu, May meninjau lokasi kejadian. Saat itu api sudah padam meskipun beberapa komponen gedung masih panas. Setelah berbincang dengan Kepala Pemadam Kebakaran London Danny Cotton, pemimpin 60 tahun tersebut meninggalkan lokasi untuk kemudian menjenguk para korban luka.
Dalam lawatan Kamis (15/6), May memilih tidak menyapa para korban selamat yang berkerumun di sekitarnya. ’’Pengecut!’’ seru salah seorang korban selamat yang kesal karena May tidak mau mendengarkan keluh kesah mereka. Kejadian itu membuat perempuan kedua yang menjabat PM Inggris setelah Margaret Thatcher tersebut panen kecaman. Baik lewat media cetak maupun media sosial.
Tapi, May lantas menjawab semua kecaman itu dengan mengundang perwakilan korban pada Sabtu. Selama lebih dari dua jam, para korban selamat bersama sejumlah sukarelawan dan perwakilan komunitas setempat berdialog dengan PM yang gemar mengoleksi sepatu bermotif leopard tersebut. Pertemuan itu berakhir dengan janji May untuk mengupayakan tempat tinggal baru bagi para korban.
’’Respons pemerintah terhadap para korban kebakaran memang belum maksimal,’’ kata May di hadapan media. Karena itu, dia berjanji meningkatkan kinerja pemerintah. Agenda pertama pemerintah adalah menginspeksi seluruh hunian bertingkat di kota-kota besar dan memeriksa sistem pengamanan yang ada. Itu dilakukan karena Grenfell Tower yang hangus dilalap api tidak punya sprinkler dan pintu-pintu darurat.
Selain alarm kebakaran yang tidak menyala, penghuni Grenfell Tower mengeluhkan tidak adanya sprinkler di gedung tersebut. Seandainya keran air yang langsung berfungsi saat mendeteksi asap itu ada, mereka yakin bakal lebih banyak orang yang selamat. Konon, tidak semua bangunan bertingkat memiliki sprinkler. Sebab, pemerintah menolak usul untuk menjadikan sprinkler sarana pengaman wajib.
Sejauh ini, petugas berhasil mengevakuasi 16 jasad dari hunian vertikal yang kabarnya masih mengandung bara api sekitar 36 jam setelah kebakaran itu. Total, jumlah korban yang dipastikan tewas mencapai 30 orang. Tapi, sebanyak 14 jasad lainnya belum bisa dievakuasi karena kondisi bangunan yang terlalu rapuh untuk diinjak. Sedangkan 28 korban hilang diyakini sudah tewas.
Jeremy Corbyn, ketua Partai Buruh, memanfaatkan tragedi tersebut untuk lebih memojokkan May. ’’Setelah kebakaran hebat yang melanda Grenfell, kita semua sadar bahwa ada sesuatu yang salah dalam pemerintahan ini. Sangat, sangat salah. Orang-orang miskin kehilangan nyawa di bangunan yang terbakar itu karena mungkin tidak ada investasi jangka panjang dari pemerintah,’’ kritiknya dalam program Peston on Sunday.
Corbyn yang sukses mendapatkan 30 kursi tambahan dalam pemilu legislatif lalu sedang menjajaki peluang untuk membentuk pemerintahan koalisi. Dia yakin bisa membentuk pemerintahan yang lebih solid daripada rancangan koalisi May dan Democratic Unionist Party (DUP). Namun, sampai pemerintahan koalisi May dinyatakan gagal, Corbyn tidak akan mendapatkan mandat untuk membentuk pemerintahan.
Sementara itu, Inggris juga dijadwalkan mengadakan pertemuan terkait British Exit (Brexit) dengan Uni Eropa (UE) hari ini. Menteri Urusan Brexit David Davis bakal bertemu dengan Juru Runding UE Michel Barnier di Kota Brussel, Belgia. Hingga kemarin, agenda yang diusung tetap sama. Yakni, meninggalkan pasar tunggal UE dan memperketat perbatasan.
Namun, jika pemerintahan koalisi May gagal terbentuk, agenda yang oleh media Inggris disebut hard Brexit itu mungkin tidak pernah terwujud. Sebab, Corbyn bukanlah penganut prinsip yang sama dengan May. Meski sepakat dengan Brexit, dia tidak akan membawa Inggris keluar dari pasar tunggal UE. Terkait dengan hal itu, mantan PM David Cameron sempat memperingatkan May agar tidak mengabaikan suara rakyat. (AFP/Reuters/BBC/hep/c19/any)

Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
21 Rekomendasi Tempat Makan Dekat Stasiun Bandung, Kuliner Terbaik yang Cocok Saat Lagi Transit
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Deretan 11 Kuliner Pempek Terenak di Bandung yang Wajib Masuk Daftar Kunjungan
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
Pemkot Surabaya Buka Suara Terkait Rencana Penertiban Pasar Koblen
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
20 Tempat Makan Paling Recommended di Semarang, Banyak Pilihan Menu Kuliner yang Memanjakan Lidah
Kasus Korupsi Sritex, Mantan Dirut Bank Jateng Dituntut 10 Tahun
Sisa 6 Laga Tersisa, Ini Jadwal Persib, Borneo FC, dan Persija di Super League! Siapa yang Jadi Juara
