
Photo
JawaPos.com - Video harimau siberia yang mengejar drone di Tiongkok tengah viral belakangan ini. Dalam video yang diunggah ke kanal YouTube oleh jaringan media milik pemerintah Tiongkok CCTV+ itu, tampak belasan binatang yang memiliki nama lain harimau Amur tersebut mengejar seekor burung. Tetapi, itu bukan burung betulan, melainkan sebuah drone untuk mengabadikan kegiatan mereka.
Tubuh gembul harimau-harimau tersebut bergoyang-goyang saat berlarian mengejar burung itu. Sekitar satu menit kemudian, drone tersebut berhasil tertangkap. Beberapa harimau yang masih mengira itu burung asli langsung berebut sebelum akhirnya drone tersebut rusak dan mengeluarkan asap. Banyak yang mengira kegiatan itu dilakukan untuk merespons kritik tentang harimau yang dianggap terlalu gendut.
Namun hal tersebut dibantah. Menurut CCTV+, tubuh gemuk mereka wajar karena kini sedang musim dingin. Jika musim panas tiba, tubuh mereka akan normal sendiri.
Video berdurasi 1 menit 33 detik tersebut telah dilihat 12 ribu kali sejak diunggah enam hari lalu. Sekilas memang lucu. Namun, ada kenyataan tidak mengenakkan di balik video tersebut. Sebab, harimau-harimau itu tidak berada di taman untuk konservasi binatang liar, melainkan di Harbin Siberian Tiger Park.
’’Fasilitas tersebut membudidayakan harimau untuk pertunjukan turis saat (harimau) masih hidup,’’ ujar Ben Pearson dari World Animal Protection. ’’Harimau adalah hewan penyendiri. Tidak alami melihat begitu banyak harimau hidup bersama,’’ tambahnya. Mungkin video tersebut diunggah untuk menarik turis.
Dalam keterangan di YouTube, video itu direkam di Provinsi Heilongjiang, Tiongkok. Di wilayah itulah Harbin Siberian Tiger Park berdiri. Dalam laporan Environmental Investigation Agency pada 2013, mereka menuding Harbin sebagai pusat pembiakan harimau siberia terbesar di Tiongkok.
Bulu dan tulang harimau memang memiliki nilai yang sangat tinggi untuk pengobatan tradisional Tiongkok. Di taman itu ada sekitar 500 harimau siberia yang tinggal di kandang-kandang kecil.
Para penyayang binatang menyebut Harbin Siberian Tiger Park sebagai rumah jagal untuk binatang langka tersebut. Pada 2014 reporter dari penerbit McClatchy mengunjungi taman tersebut. Dia melihat botol wine yang terbuat dari tulang harimau yang dijual di Harbin.
Padahal, praktik jual beli tulang harimau dilarang sejak 1993. Tulang harimau seberat 500 gram dihargai Rp 65,8 juta, sedangkan botol wine itu dijual Rp 1,3 juta–Rp 9,8 juta. (Mirror/ABC/sha/c5/any/tia)

Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
21 Rekomendasi Tempat Makan Dekat Stasiun Bandung, Kuliner Terbaik yang Cocok Saat Lagi Transit
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Deretan 11 Kuliner Pempek Terenak di Bandung yang Wajib Masuk Daftar Kunjungan
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
Pemkot Surabaya Buka Suara Terkait Rencana Penertiban Pasar Koblen
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
20 Tempat Makan Paling Recommended di Semarang, Banyak Pilihan Menu Kuliner yang Memanjakan Lidah
Kasus Korupsi Sritex, Mantan Dirut Bank Jateng Dituntut 10 Tahun
Sisa 6 Laga Tersisa, Ini Jadwal Persib, Borneo FC, dan Persija di Super League! Siapa yang Jadi Juara
