
Aksi solidaritas untuk Rohingya di Jakarta.
JawaPos.com - Gelombang eksodus muslim Rohingya ke Bangladesh terus berlansung. Di kamp pengungsian Bangladesh, mereka mengalami kelaparan karena kesulitan logistik. Atas konflik kemanusiaan ini warga Rakhine State itu hanya memiliki dua pilihan untuk hidup, bertahan dengan segala ancaman penyiksaan atau terusir dari tanah kelahiran.
Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ahyudin mengatakan, pilihan yang bisa diambil etnis Rohingya hanya tinggal dua; bertahan di Rakhine dengan segala persekusi dan ancaman bahkan pembunuhan; atau pergi dari Rakhine dan lari ke Bangladesh menyelamatkan nyawa dan menjadi pengungsi.
"Nasib mereka sangat kritis. Semoga doa orang Indonesia terkabul dan konflik kemanusiaan ini segera berakhir. Kami menyampaikan amanah bangsa Indonesia untuk orang-orang Rohingya. Mudah-mudahan apa yang ACT lakukan bisa memberikan penyelamatan kemanusiaan," kata Ahyudin kepada JawaPos.com, Kamis (7/9).
Dia menyebut, timnya sudah berada di Rakhine dan Bangladesh untuk memberikan bantuan agar sampai secepat mungkin. “Tim kami di Bangladesh dan Myanmar sudah melakukan apa yang bisa kami lakukan sebagai pembuktian bahwa bangsa Indonesia mampu melakukan penyelamatan,” sambungnya.
Dalam beberapa hari ke depan, imbuh Ahyudin, pihaknya akan menggerakkan 100 truk logistik ke perbatasan Bangladesh dan Myanmar. Apalagi jumlah pengungsi sudah lebih dari 100 ribu jiwa.
"Setidaknya dalam waktu dekat 20 truk logistik akan masuk ke perbatasan setiap harinya. Mudah-mudahan semangat bangsa ini bukan sekadar semangat narasi,” tegas Ahyudin.
Truk logistik itu juga memuat seribu ton beras dari Indonesia. Bantuan itu dikirimkan dengan kapal kemanusiaan yang bertolak dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Jawa Timur.
Menurut dia, bersikap untuk Rohingya memang membutuhkan waktu panjang. Sebab ini bukan urusan tentang penyelamatan puluhan atau ratusan keluarga. Setidaknya ada seratur ribu lebih komunitas Rohingya di Rakhine juga di perbatasan antara Bangladesh dan Myanmar yang butuh segera uluran tangan.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
