Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 11 Juni 2026 | 01.51 WIB

Kementerian PU Bangun Paralympic Training Center Rp421,9 Miliar untuk Cetak Atlet Kelas Dunia

Pemerintah terus memperkuat pembinaan olahraga prestasi bagi penyandang disabilitas melalui pembangunan Paralympic Training Center di Desa Delingan, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah/(Istimewa). - Image

Pemerintah terus memperkuat pembinaan olahraga prestasi bagi penyandang disabilitas melalui pembangunan Paralympic Training Center di Desa Delingan, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah/(Istimewa).

JawaPos.com – Pemerintah terus memperkuat pembinaan olahraga prestasi bagi penyandang disabilitas melalui pembangunan Paralympic Training Center di Desa Delingan, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Fasilitas yang dibangun Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tersebut diharapkan menjadi pusat pelatihan modern yang mampu melahirkan atlet-atlet paralimpiade berprestasi di tingkat dunia.

Menteri Pekerjaan Umum (Menteri PU) Dody Hanggodo menilai Indonesia memiliki banyak talenta potensial di cabang olahraga paralimpiade. Karena itu, keberadaan pusat pelatihan yang dilengkapi sarana berstandar internasional dinilai penting untuk mendukung proses pembinaan atlet secara lebih optimal.

"Saya yakin Indonesia memiliki potensi besar dalam mencetak atlet paralimpiade berbakat. Dengan pembangunan Paralympic Training Center ini, diharapkan para atlet paralimpiade Indonesia dapat berlatih dengan lebih optimal dan terarah," kata Dody.

Pusat pelatihan tersebut dibangun dengan anggaran Rp421,9 miliar di atas lahan seluas lebih dari 80 ribu meter persegi. Total luas bangunannya mencapai 34.346 meter persegi yang terdiri atas gedung olahraga utama seluas 17.482 meter persegi dan kompleks asrama seluas 16.864 meter persegi.

Fasilitas hunian atlet terdiri atas dua menara rumah susun empat lantai dengan total 188 kamar yang mampu menampung hingga 392 atlet.

Selain itu, Paralympic Training Center dilengkapi berbagai sarana olahraga berstandar internasional. Di antaranya kolam renang utama, kolam pemanasan, kolam pemulihan, arena boccia, lapangan menembak, tenis meja dan wheelchair tenis meja, badminton, angkat besi, blind judo, hingga ruang multifungsi.

Kawasan tersebut juga memiliki lapangan sepak bola, lintasan atletik 400 meter, fasilitas lompat jauh, lompat tinggi, dan tolak peluru yang mendukung kebutuhan latihan berbagai cabang olahraga.

Keberadaan pusat pelatihan ini diharapkan dapat menjadi wadah pembinaan atlet difabel secara lebih profesional. Selama ini, keterbatasan sarana dan prasarana kerap menjadi tantangan dalam meningkatkan kualitas latihan atlet paralimpiade.

Dengan fasilitas yang terintegrasi dan sesuai standar kompetisi internasional, para atlet diharapkan dapat meningkatkan kemampuan dan daya saing mereka di berbagai kejuaraan dunia.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore