Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 31 Desember 2019 | 18.12 WIB

Rampung 2024, Rayakan Libur Nataru dengan Trans Sumatera Lebih Cepat

Proyek jalan tol Trans Sumatera. - Image

Proyek jalan tol Trans Sumatera.

JawaPos.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) memfokuskan diri untuk membangun sekitar 2.000 Km Jalan Tol Trans Sumatera. Tol ini direncanakan rampung pada 2024.

Kepala BPJT Danang Parikesit menyebutkan dibangunnya Jalan Tol Trans Sumatera ini merupakan solusi atas belum terhubungnya daerah di kawasan Sumatera. Hal ini tentunya dapat mengkoneksikan daerah yang dulunya sulit dijangkau melalui jalan bebas hambatan, apalagi ketika musim liburan seperti sekarang.

“Saat ini, momentum perayaan mudik Lebaran hingga mudik Nataru pada akhir tahun untuk bertemu sanak keluarga di kampung halaman pun menjadi semakin mudah dan begitu cepat lewat akses tol Trans Sumatera yang sudah terhubung baik pada ruas yang sudah beroperasi penuh maupun ruas fungsional,” katanya di Jakarta, Selasa (31/12).

Dalam memberikan layanan untuk pengguna jalan di Tol Trans Sumatera, pemantauan terus dilakukan, baik kesiapan pelayanan transaksi elektronik di setiap gardu tol hingga bantuan teknis keamanan para pengendara di jalan bebas hambatan tersebut.

"Telah ditambahkan gardu operasi pada Gerbang Tol Bakauheni Selatan, semulanya terdapat 5 gardu kemudian ditambah menjadi 7 gardu. PT Hutama Karya (Persero) selaku BUJT (Badan Usaha Jalan Tol) telah menyiagakan para petugas jalan tol untuk memberikan bantuan tapping kepada pengguna jalan saat melakukan pembayaran saldo elektronik (E-Money), serta telah disiagakan mobile reader untuk percepatan transaksi di gerbang tol," katanya.

Selain itu, dalam kesiagaan keamanan di jalan tol, juga terdapat 124 kendaraan yang bertugas meliputi ambulance, mobil derek dan patroli jalan raya (PJR) serta 39 unit VMS (alat pemantau jumlah kendaraan). Sedangkan untuk fasilitas pelayanan transaksi, terdapat 124 titik Gardu Tol Otomatis, 30 unit Mobile Reader, dan 21 titik lokasi Top Up Uang Elektronik.

"Telah disiapkan rubbercone untuk membebaskan bahu jalan saat terjadi antrian, serta menyediakan sarana informasi seperti spanduk, buku saku, dan rambu-rambu sementara. Terdapat buku saku berisikan konten “How To” seperti, gerakan-gerakan untuk menghilangkan penat, senam 5 menit untuk menghilangkan rasa ngantuk, juga dilengkapi cara memeriksa kendaraan yang penting dilakukan berkendara jarak jauh," tuturnya.

Untuk menghindari kemacetan atau penumpukan kendaraan, para pengguna jalan tol juga dapat memanfaatkan aplikasi HK Toll Apps yang dapat diunduh di Google Play Store (info terbaru mengenai kepadatan lalu lintas, tarif tol, posisi Rest Area, pantauan CCTV jalan tol, bahkan isi ulang uang elektronik).

Terkait peningkatan pelayanan pada Rest Area di Jalan Tol Trans Sumatera, terdapat 13 Rest Area dengan 2 (dua) tipe A (TIP) dan tipe B (TI) yang berfungsi secara penuh maupun fungsional di Ruas tol Bakauheni hingga Kayu Agung dan 7 Tempat Istirahat Sementara (TIS) di ruas tol Palembang-Indralaya dan Medan-Binjai.

Seluruh Rest Area tersebut sudah berfungsi secara maksimal dengan berbagai fasilitas pendukung yang ada didalamnya seperti SPBU, musholla, toilet, CCTV pemantau, lahan parkir yang memadai dengan manajemen pengelolaan area parkir yang baik, tempat pengisian Uang Elektronik hingga rumah makan.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore