alexametrics

Kulon Progo Dukung Percepatan Pembangunan Jalan Bandara YIA–Borobudur

17 Juli 2020, 11:47:43 WIB

JawaPos.com–Pemerintah Kapanewon/Kecamatan Nanggulan, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Jogjakarta, mendukung percepatan pelebaran akses jalan Nanggulan–Kalibawang. Hal itu untuk memperlancar arus kendaraan dari Bandara Internasional Jogjakarta sampai wisata Candi Borobudur, Jawa Tengah.

Panewu/Camat Nanggulan Duana Heru Supriyanta mengatakan, kondisi saat ini jalan antara Ngeplang sampai Kalibawang sudah sangat baik namun sempit. Sehingga, pemerintah pusat memperlebar jalan tersebut dengan standar tujuh meter.

”Pelebaran jalan tersebut memang dimaksudkan untuk memenuhi standar lebar jalan untuk mendukung Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Borobudur sehingga waktu tempuh dari Borobudur ke Bandara YIA bisa lebih singkat. Kami sangat mendukung pelebaran jalan ini,” kata Duana seperti dilansir dari Antara pada Jumat (17/7).

Dia mengatakan, Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) memerlukan akses jalan yang baik sehingga jarak tempuh dan waktu tempuh juga semakin singkat. Bandara YIA juga telah menghidupkan perekonomian di Kulon Progo misalnya objek wisata, sektor bisnis, kuliner, dan lain sebagainya.

”Kami berharap dengan pelebaran jalan ini juga membangkitkan perekonomian masyarakat Nanggulan dan mengembangkan potensi lokal, mulai dari pariwisata hingga kuliner,” kata Duana.

Anggota Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah Provinsi Jogjakarta Setiawan Wibowo mengatakan, pelebaran jalan dimulai dari Jembatan Progo, Klangon, sampai Wijimulyo yang meliputi 22 segmen yaitu di Kalurahan/Desa Banjaroyo, Banjarharjo, Banjararum, Banjarasri, Kembang, Jatisarono, dan Wijimulyo sepanjang 15,65 km.

Pelebaran jalan tersebut akan mengenai pohon sejumlah 65 batang, PJU, dan tiang listrik PLN. Peningkatan jalan kecil lima meter menjadi tujuh meter. Namun tidak ada pembebasan lahan, hanya memaksimalkan bahu jalan dengan memakai lapisan rabat beton dan aspal setebal empat cm.

Nilai kontrak pelebaran jalan itu sebesar Rp 22,16 miliar yang bersumber dari APBN. Terkait dengan JORR (Jogja Outer Ring Road) menjadi perencanaan jangka panjang belum akan dibangun dalam waktu dekat, sehingga sementara belum akan dilaksanakan. Nanti, JORR apabila sesuai dengan standar menjadi empat lajur dengan dua arah ada devider, dengan lebar jalan minimal 14 meter karena setiap lajur lebarnya 3,5 meter. Apabila dihitung dengan bahu dan drainasenya akan membutuhkan lahan minimal selebar 18 meter.

”Kami berharap masyarakat di Nanggulan dan Kalibawang mendukung program pemerintah ini,” ujar Duana.

Manajer proyek Jasa yaitu PT Arena Reka Buana Eri menjelaskan, pelebaran jalan saat ini hanya melebarkan menjadi tujuh meter, mengoptimalkan bahu jalan yang saat ini ada sehingga tidak perlu ada pembebasan lahan. Galian jalan sedalam 40 cm dengan lapisan rapat beton dan aspal setebal 4 cm. ”Kami mohon maaf kepada masyarakat bila terganggu perjalanannya, karena ada proyek ini,” kata Eri.

Saksikan video menarik berikut ini:

 

 

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : Antara



Close Ads