DILOKALISASI: Semburan api di rest area KM 86 tol Cipali yang hingga kemarin belum padam.
JawaPos.com – Semburan api mendadak muncul di rest area Km 86 B tol Cikopo–Palimanan (Cipali) wilayah Subang, Jawa Barat, Rabu (26/4) siang.
Api itu berasal dari sebuah sumur bor yang ada di sekitar rest area. Hingga kemarin sore, api tersebut belum padam. Karena itu, rest area tersebut ditutup demi keamanan pengguna jalan.
"Penutupan berlaku hingga batas waktu yang belum ditentukan. Kita harus memastikan dulu area di sana aman," ungkap Corporate Communication Astra Tol Cipali Hoelly Lusiawatie kemarin (27/4).
Dia mengimbau kepada pengguna jalan untuk beristirahat di rest area sebelum atau sesudah Km 86 B. Yakni, di rest area Km 102 Cipali dan rest area Km 62 ruas tol Jakarta–Cikampek (Japek). Bisa juga keluar tol di gerbang terdekat.
Penutupan rest area tersebut, diakui Hoelly, berdampak pada arus lalu lintas. Banyak pengguna jalan yang memperlambat laju kendaraan untuk menyaksikan semburan api yang memang terlihat jelas dari jalan. Khususnya saat malam hari. "Tapi, sejauh ini lalin masih lancar," jelasnya.
Hoelly melanjutkan, pihaknya sudah memasang pagar perisai spandex mengelilingi area food court sepanjang 150 meter. Pemasangan pagar perisai berbahan baja tersebut dilakukan untuk melokalisasi area yang terdampak semburan api. ’’Jika diperlukan, kami juga akan mencari tenaga ahli terkait proses pemadaman yang tentunya sesuai dengan hasil koordinasi dan rekomendasi pihak-pihak lain,’’ terangnya.
Hoelly menegaskan, semburan api tersebut bukan berasal dari sumur bor baru, melainkan muncul dari sumur bor yang sudah ada sebelumnya. "Pertamina sudah menyatakan bahwa gas yang keluar dinyatakan sebagai gas liar," ujarnya.
Terpisah, Pertamina menampik jika munculnya api di rest area Cipali berasal dari pipa milik Pertamina. VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Fadjar Djoko Santoso menjelaskan, Pertamina melalui subholding gas, yakni Pertamina Gas Negara dan Pertagas serta Pertamina EP, sudah melakukan pengecekan ke lokasi. Hasilnya, tidak ada fasilitas milik Pertamina Group di lokasi tersebut. Fadjar menambahkan, Pertamina justru turut membantu upaya pemadaman api di lokasi tersebut bersama petugas terkait.
Sementara itu, tim Badan Geologi Kementerian ESDM langsung menindaklanjuti laporan dari Dinas ESDM Jawa Barat mengenai fenomena semburan api tersebut. Badan geologi menerjunkan tim ahli penyelidik bumi dari Pusat Survei Geologi (PSG) dan Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan (PATGTL). Hasilnya, ditemukan sejumlah fakta yang harus ditindaklanjuti untuk mencegah hal serupa terjadi.
Penyelidik bumi dari PSG Iwan Sukma menjelaskan, kejadian itu merupakan fenomena geologi yang sudah umum terjadi. Sebab, Jawa Barat bagian utara merupakan wilayah produksi minyak yang cukup besar. Dugaan sementara, terjadi kebocoran atau rembesan gas yang keluar dari permukaan di daerah itu.
"Penyebab pasti belum bisa diketahui sebelum diadakan penelitian lebih lanjut. Akan diambil sampel gas untuk mengetahui jenis gas tersebut apakah biogenic atau thermogenic," jelas Iwan.
Sementara itu, dari sisi air tanah dan geologi lingkungan, fungsional penyelidik bumi PATGTL Wahyudin menyebut, berdasar informasi awal, sumur bor itu memiliki kedalaman sekitar 100 meter. Izin pengeboran juga ada sejak 2020. "Tapi, izin air tanahnya sudah kedaluwarsa. Dan berdasar informasi lapangan, karena debit air kurang, pengelola mengganti pompa baru dan menambah 5 Pka. Pada 15 April saat terpasang pompa baru, muncul semburan air berbau belerang," ucap Wahyudin. (gih/dee/c17/oni)

Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Viral Investor MBG Ngamuk di Kantor BGN, APGI 3T Sebut Aksi Spontan Atas Potensi Kerugian Rp 1,8 Triliun
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
