
Warga terdampak di Kelurahan Mojoroto mulai membongkar bangunan mereka setelah menerima ganti rugi dari tim pengadaan tanah (TPT). (Foto: Wahyu Adji/JPRK)
JawaPos.com – Pengadaan tanah untuk ruas jalan Tol Kediri-Tulungagung yang jadi akses ke Bandara Internasional Dhoho Kediri terus dikebut.
Selain Kelurahan Semampir yang sudah menerima surat perintah pengosongan bangunan, sejumlah warga di Kelurahan Mojoroto pun berinisiatif untuk membongkar bangunan lebih awal.
Dilansir dari Radar Kediri JawaPos Grup, Rabu (20/3), sedikitnya ada dua bangunan di Jalan Kawi yang mulai dibongkar oleh pemiliknya. Yakni, tempat praktik dokter dan kafe.
Selain itu, di sisi lain wilayah Kelurahan Mojoroto itu juga ada beberapa bangunan yang terlihat sudah mulai dilakukan pembongkaran.
Dikonfirmasi terkait hal tersebut, Ketua Tim Pengadaan Tanah (TPT) Jalan Tol Kediri-Tulungagung Linanda Krisni Susanti membenarkannya.
Dijelaskannya, dari total 294 bidang terdampak tol di Kelurahan Mojoroto, 271 di antaranya sudah berhasil dibebaskan oleh pihaknya.
Namun, untuk ruas di Kota Kediri, baru Kelurahan Semampir, Kecamatan Kota saja yang sudah dilayangkan surat perintah pengosongan.
“Itu (beberapa bidang di Kelurahan Mojoroto, Red) mereka kesadaran masing-masing. Jadi kami mengapresiasi hal itu,” ujar perempuan yang akrab disapa Nanda itu.
Menurut Nanda, surat perintah pengosongan bangunan itu sebenarnya baru akan diberikan saat konstruksi akan dimulai. TPT akan menyurati warga terdampak agar segera membongkar aset yang dimiliki.
“(Di Kelurahan Mojoroto) ada yang baru terkena sebagian rumahnya. Ada yang mereka belum bisa membeli di tempat baru. Jadi belum mampu pindah. Ada hal-hal seperti itu di lapangan,” lanjutnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Nanda menyebut proyek tol akan dimulai lebih dulu untuk ruas jalan yang jadi akses Bandara Dhoho Kediri.
Konstruksi dimulai dari Desa Tiron, Banyakan. Sedangkan di Kota Kediri mulai dari Kelurahan Semampir. Dari sana, akan dibangun jembatan yang melintasi Sungai Brantas menuju ke bandara.
“Karena itu (jembatan, Red) yang butuh waktu lama. Membangun jembatan itu bisa satu tahunan,” tandasnya.
Sementara itu, beberapa warga yang tanahnya terdampak proyek strategis nasional tersebut mengaku masih belum menemukan lokasi hunian baru.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
