
Photo
JawaPos.com - Meninggalnya aktris senior Hj. Farida Pasha binti Ali Husen tadi malam Sabtu (16/1) sekitar pukul 19.35 WIB menyisakan duka mendalam bagi penyanyi Ify Alyssa dan keluarga. Mereka tidak menyangka pemeran Mak Lampir dalam sinetron kolosal Misteri Gunung Merapi itu akan menghembuskan napas terakhir begitu cepat.
Gina Sonia, ibunda Ify Alyssa yang juga putri dari almarhumah mengatakan bahwa Farida Pasha dilarikan ke Rumah Sakit Tarakan Jakarta pada Rabu (13/1) lalu akibat kondisi kesehatan menurun. Ia diketahui memiliki penyakit pada lambung dan vertigo.
"Mama awalnya sakit vertigo dan lambung. Sudah dua kali ke dokter, tapi kondisinya terus melemah. Setelah dilakukan berbagai tes dan rontgen, Mama terkena early pneumonia dan hasil swab-nya positif," jelas Gina Sonia kepada JawaPos.com, Minggu (17/1).
Dia mengungkapkan, Farida Pasha mendapat banyak sekali bantuan dan kemudahan selama menjalani proses pengobatan di rumah sakit. Gina pun mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang sudah memberikan bantuan.
"Begitu banyak kemudahan dan bantuan banyak pihak, yang ia diberikan untuk bunda sejak sakit hingga akhir hayatnya," katanya lebih lanjut.
Sementara itu, Ify Alyssa mengatakan neneknya termasuk orang yang sangat sayang keluarga. Selama ini ia begitu menyayangi anak dan cucu-cucunya. Ify sendiri mengaku banyak mencontoh hal-hal positif dari sang nenek.
"Beliau menjadi panutan dalam hal ibadah. Jiwa sosialnya juga sangat tinggi," kenang perempuan kelahiran Bandung, 24 tahun silam itu.
Ify Alyssa juga mengenang, pada November 2020 lalu, Farida Pasha mendapat penghargaan Lifetime Achievement dari Festival Film Bandung sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kiprahnya di dunia film tanah air. Penghargaan itu adalah yang terakhir diterimanya sebelum akhirnya menutup lembaran hidup di dunia.
Gina Sonia meminta orang-orang yang mengenal Farida Pasha supaya dibukakan pintu maaf atas semua kesalahan baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Karena sebagai manusia biasa, Farida Pasha tentu saja pasti memiliki kesalahan dan dosa.
"Atas segala kekhilafan beliau semasa hidupnya kami mohon dibukakan pintu maaf yg sebesar-besarnya. Ini adalah kehilangan yang sangat berat bagi kami sekeluarga, tapi kami yakin Allah lebih menyayanginya dan tidak membuat mama menderita sakit berlama-lama," tandas Gina.
Hj.Farida Pasha binti Ali Husen lahir di Tasikmalaya pada 21 Agustus 1952. Dia menghembuskan napas terakhir di usia 68 tahun tadi malam.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
