Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 16 Juli 2019 | 00.00 WIB

Shandy Aulia Bantah Film Kutuk Contek The Nun

Shandy Aulia dan David Herbowo menceritakan proses persalinan buah hati pertamanya yang lahir di tanggal cantik 12.02.2020. (Abdul Rahman/JawaPos.com) - Image

Shandy Aulia dan David Herbowo menceritakan proses persalinan buah hati pertamanya yang lahir di tanggal cantik 12.02.2020. (Abdul Rahman/JawaPos.com)

JawaPos.com - Masih ingat jalan cerita film The Nun, film horor Hollywood yang tayang tahun 2018 lalu? Film tersebut merupakan bagian dari saga The Conjuring yang bercerita tentang biarawati gereja dan roh jahat bernama Valak. Film tersebut kini kembali jadi perbincangan karena para netizen menilai bahwa film horor lokal berjudul Kutuk mencontek ide film tersebut.

Film Kutuk, yang akan segera tayang pada 25 Juli 2019, disutradarai oleh Rudi Aryanto dan dibintangi oleh Shandy Aulia, Alice Norin, Stuart Collin, Bryan Mckenzie, Vitta Mariana, Laxmi Darra, Erwin Bagindo, Ade Puspa, Nek Acih, dan Abah Yongki. Premis Kutuk sendiri bercerita tentang seorang perawat di sebuah panti jompo yang mengalami kejadian mistis.

Menanggapi omongan netizen, Shandy Aulia yang berperan sebagai perawat bernama Maya dalam film tersebut menampik keras. Shandy menegaskan bahwa Kutuk sama sekali tidak mencontek The Nun.

"Itu kan hanya melihat dari poster. The Nun dan Kutuk ibarat kutub selatan dan kutub utara. Berbeda sama sekali," kata Shandy dalam kunjungannya ke kantor Jawa Pos, Senin (15/7).

Menurut istri dari David Herbowo itu, masyarakat Indonesia kurang memahami perbedaan busana perawat di negara-negara lain yang mirip dengan busana biarawati. Padahal, perawat dan biarawati adalah profesi yang berbeda.

"Orang Indonesia kurang memahami wardrobe biara dengan suster. Suster dengan biarawati beda. Saya bukan biarawati. Kalau The Nun kan biarawati," jelas perempuan yang sedang hamil 3 bulan itu.

Shandy menambahkan sebelum memutuskan untuk menggarap film tersebut, tim sudah melakukan riset tentang sosok perawat di negara lain. Ada perbedaan pada penutup kepala yang dikenakan perawat dan biarawati.

"Fungsi penutup kepala dalam film Kutuk hanya sebagai pengikat rambut agar tak mudah terjatuh. Sehingga seorang perawat supaya tetap higienis. Saya juga enggak pakai ornamen biarawati sama sekali, simbol Katolik dan sebagainya. Saya jamin enggak ada hubungannya dengan The Nun," kata Shandy.

Lebih  lanjut, pemeran Tita dalam Eiffel I'm In Love itu mengajak masyarakat menonton film Kutuk yang berbeda dari film horor lainnya. Shandy juga berperan sebagai produser di film itu.

"Kutuk adalah film petama yang saya produseri. Terlibat dalam story-nya. Ceritanya lengkap dari awal sampai akhir," kata Shandy.

Editor: Banu Adikara
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore