
Kahiyang-Bobby ikut mengantar menuju akad nikah sahabat Bobby di Lampung
JawaPos.com - Ngunduh Mantu merupakan istilah dalam perspektif budaya Jawa yang mengacu pada rangkaian upacara perkawinan adat Jawa. Acara tersebut diselenggarakan setelah selesai acara resepsi perkawinan di lingkungan tempat tinggal pengantin wanita. Ngunduh Mantu (memetik pengantin wanita) diselenggarakan di lingkungan tempat tinggal pengantin pria.
Tempat tinggal yang dipergunakan sebagai penyelenggaraan ngunduh mantu di Mandailing Natal Tapanuli Selatan Sumatra Utara di lingkungan kediaman keluarga Bobby Nasution (pengantin pria) dihadiri oleh 50 raja. Bobby Nasution memperoleh gelar Sultan Kumala Abdul Rachman Raja, sedangkan Kahiyang Ayu mendapatkan marga "Siregar" oleh pemangku adat Tapanuli Selatan.
Dosen Program Studi Jawa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia (FIB UI) Darmoko menjelaskan upacara Ngunduh Mantu di dalam masyarakat Batak Tapanuli Selatan dapat dimaknai sebagai strategi dan upaya manusia untuk menyatukan dirinya dengan kosmos (jagad raya). Persatuan antara manusia dan kosmos sebagai manifestasi penyatuan antara pribadi-pribadi manusia dengan Tuhan.
Darmoko menjelaskan pada upacara pemberian gelar sultan kepada Bobby Nasution dimaknai sebagai upaya masyarakat untuk menjaga keselarasan relasi antara raja (sultan), rakyat, dan Tuhan. Raja (sultan) merupakan kalifatullah (wakil Tuhan di dunia) yang akan memegang teguh etika ketuhanan.
"Perkawinan Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution merupakan ekspresi penyatuan diri antara sifat alus atau lembut (halus) dan agal atau wungkul (bongkahan)," kata Darmoko kepada JawaPos.com, Minggu (19/11).
Menurut Darmoko, kehalusan merupakan hakekat dari kekuasaan (kekuatan) yang dapat diperoleh dengan cara pengolahan rasa (batin) secara terus-menerus, sehingga manusia selalu hidup untuk ngudi kasampurnan (mengupayakan diri untuk menuju kesempurnaan hidup).
Kehalusan diperoleh dengan cara melatih pengendalian diri dari gangguan hawa nafsu seperti ngrowot, putih, ngepel, dan lainnya (tapabrata). Di dalam sistem ideologi Jawa kehalusan selalu dapat mengelola (menguasai) ketidakhalusan.
"Dalam konteks perkawinan Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution, kelak diharapkan Kahiyang Ayu dapat mengelola, menjaga, merawat, dan mengemong Bobby Nasution (ngrangkani dan ngrengkuh)," ujarnya.
Hal itu digambarkan dalam suatu adegan (peristiwa) dalam pewayangan yang sering disebut Perang Kembang (bambangan melawan cakil). Upacara Ngunduh Mantu terkesan sakral dengan secara rigid merepresentasikan tahapan-tahapan upacara.
"Hal itu membuat sirkulasi finansial ke Medan Sumatra Utara cukup melimpah pada acara tersebut disertai maraknya industri sandang dan pangan," jelas Darmoko.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
