
Komika Zarry Hendrik. (Instagram: zarhendrik)
JawaPos.com - Penulis sekaligus komika Zarry Hendrik menduga pernyataan Jerome Polin soal dirinya ditawari menjadi buzzer dengan bayaran Rp 150 juta untuk satu kali posting adalah penawaran fiktif.
"Jangan bikin gue mikir tawaran lu fiktif, ya. Bukan strategi manufactured outrage, kan, biar publik marah dan komen-komenin 'cair' biar pesan damai jadi nggak relevan?" tulis Zarry Hendrik dalam unggahannya di Instagram.
Jika memang penawaran itu benar dan bukan fiktif, dia pun menantang Jerome Polin untuk membuka siapa pihak yang telah memberikan penawaran dengan nilai fantastis itu ke publik. Namun jika hal tersebut tak dilakukan, Zarry Hendrik menduga ada kepentingan terselubung di balik pernyataan Jerome Polin.
"Atau sengaja ya, biar di-capture? Biar nanti di-posting, viral, terus siapa pun yang nyampein pesan damai akan diserang? Orang jadi takut posting, takut komen, terpaksa ikut arus deras yang sudah lu ciptain?," tutur Zarry Hendrik.
Menurut dia, jika penawaran itu benar adanya, pihak kliennya seharusnya melakukan riset kecil kecilan terlebih untuk memastikan apakah influencer yang akan ditawarkan job ada kecenderungan akan menerima atau menolak job sesuai dengan sepak terjangnya selama ini.
Zarry Hendrik mengatakan, tidak mungkin klien memberikan job untuk influencer yang pasti akan menolak pekerjaan itu.
Dia pun mengungkapkan pernyataan yang terkesan menyindir Jerome Polin yang mengaku dapat job jadi buzzer dengan bayaran sebesar Rp 150 juta. Zarry Hendrik pun meminta tawaran itu diberikan kepada dirinya pasti akan diterimanya. Apalagi tujuan dari job itu positif untuk kedamaian.
"Buat yang nawarin posting 150juta/post, tawarin gue sini. Posting pesan damai, kan? Sini. Apa akun gue kurang memenuhi syarat? Iya sih, akun gue jarang nge-post pakai bahasa mendesak penuh urgensi, narasi gue juga bukan yang hitam-putih. Followers juga nggak sampai jutaan. Nggak masuk list, ya?," katanya.
"Kurang Prabowo apa akun gue? Atau kalo akun gue kekecilan, Bobon deh. Akun gede, pengaruh oke, muka presiden dia pin di feed, nggak masuk juga? Perasaan yang lu kontak kayak yang sudah jelas-jelas menolak. Karakteristik akunnya harus gimana sih?," imbuhnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
