Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 5 September 2025 | 01.35 WIB

Komika Zarry Hendrik Duga Penawaran Jadi Buzzer ke Jerome Polin Fiktif

Komika Zarry Hendrik. (Instagram: zarhendrik) - Image

Komika Zarry Hendrik. (Instagram: zarhendrik)

JawaPos.com - Penulis sekaligus komika Zarry Hendrik menduga pernyataan Jerome Polin soal dirinya ditawari menjadi buzzer dengan bayaran Rp 150 juta untuk satu kali posting adalah penawaran fiktif.

"Jangan bikin gue mikir tawaran lu fiktif, ya. Bukan strategi manufactured outrage, kan, biar publik marah dan komen-komenin 'cair' biar pesan damai jadi nggak relevan?" tulis Zarry Hendrik dalam unggahannya di Instagram.

Jika memang penawaran itu benar dan bukan fiktif, dia pun menantang Jerome Polin untuk membuka siapa pihak yang telah memberikan penawaran dengan nilai fantastis itu ke publik. Namun jika hal tersebut tak dilakukan, Zarry Hendrik menduga ada kepentingan terselubung di balik pernyataan Jerome Polin.

"Atau sengaja ya, biar di-capture? Biar nanti di-posting, viral, terus siapa pun yang nyampein pesan damai akan diserang? Orang jadi takut posting, takut komen, terpaksa ikut arus deras yang sudah lu ciptain?," tutur Zarry Hendrik.

Menurut dia, jika penawaran itu benar adanya, pihak kliennya seharusnya melakukan riset kecil kecilan terlebih untuk memastikan apakah influencer yang akan ditawarkan job ada kecenderungan akan menerima atau menolak job sesuai dengan sepak terjangnya selama ini.

Zarry Hendrik mengatakan, tidak mungkin klien memberikan job untuk influencer yang pasti akan menolak pekerjaan itu.

Dia pun mengungkapkan pernyataan yang terkesan menyindir Jerome Polin yang mengaku dapat job jadi buzzer dengan bayaran sebesar Rp 150 juta. Zarry Hendrik pun meminta tawaran itu diberikan kepada dirinya pasti akan diterimanya. Apalagi tujuan dari job itu positif untuk kedamaian. 

"Buat yang nawarin posting 150juta/post, tawarin gue sini. Posting pesan damai, kan? Sini. Apa akun gue kurang memenuhi syarat? Iya sih, akun gue jarang nge-post pakai bahasa mendesak penuh urgensi, narasi gue juga bukan yang hitam-putih. Followers juga nggak sampai jutaan. Nggak masuk list, ya?," katanya.

"Kurang Prabowo apa akun gue? Atau kalo akun gue kekecilan, Bobon deh. Akun gede, pengaruh oke, muka presiden dia pin di feed, nggak masuk juga? Perasaan yang lu kontak kayak yang sudah jelas-jelas menolak. Karakteristik akunnya harus gimana sih?," imbuhnya.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore