
Alat musik yang dipakai personel Seventeen di Beach Hotel Tanjung Lesung, Minggu (23/12/2018)
Jangan pergi, jangan dulu pergi
Ku menyerah, ku membutuhkanmu
Ku bergelut dengan rasa sedih
Ku kan slalu merindukanmu
JawaPos.com - Penggalan lirik di atas diambil dari single terbaru Seventeen berjudul Jangan Dulu Pergi yang dirilis Juni 2018. Band asal Jogjakarta yang terbentuk pada 1999 itu beranggota Riefian Fajarsyah atau Ifan (vokal), Herman Sikumbang (gitar), M. Awal Purbani (bas), dan Windu Andi Darmawan (drum).
Jangan Dulu Pergi menjadi pembuka dari album ketujuh mereka. Berkisah tentang seseorang yang belum ingin ditinggal pergi oleh sosok tercintanya. Lagu itu dibuat Ifan dan Herman, diambil dari pengalaman Ifan yang ditinggal sang ayah berpulang.
"Belum ada sebulan bokap pergi, Seventeen tur ke Sumatera. Di situ tiba-tiba kangen sama bokap sampai rasanya nggak kuat saking kangennya," tutur Ifan kala itu. Liriknya menggambarkan rasa kehilangan yang teramat kuat. Kini rasa kehilangan itu menjadi-jadi.
Seventeen menjadi korban tsunami di Tanjung Lesung Sabtu (22/12) pukul 21.30. Malam itu, Seventeen menjadi salah satu pengisi acara employee gathering PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Barat (UIT JBB) di Tanjung Lesung Beach Resort.
Saat memasuki lagu kedua, tiba-tiba air menerjang dari arah belakang panggung yang berdekatan dengan laut. Posisi panggung tepat membelakangi laut. Dalam video yang beredar, keadaan sangat kacau-balau. Siapa pun yang berada di panggung dan dekat panggung langsung tersapu air laut.
Setelah beberapa jam pencarian, akhirnya Ifan ditemukan selamat. Lewat video, Ifan mengungkapkan bahwa sejumlah kru dan rekannya belum ditemukan. Termasuk sang istri, Dylan Sahara, yang kemarin (23/12) berulang tahun. "Doakan semoga cepat ditemukan. Alhamdulillah, yang lain sudah ditemukan walaupun kondisi luka-luka," ujar Ifan yang sempat berada di rumah salah seorang warga di Tanjung Lesung.
Sambil menahan kesedihan, Ifan menyampaikan beberapa rekannya yang tak selamat. Yaitu, basis M. Awal Purbani alias Bani dan road manager Oki Wijaya. Kemarin sore gitaris Herman Sikumbang menyusul ditemukan tak bernyawa. Sementara itu, drumer Andi Windu Darmawan dan Dylan hingga berita ini ditulis pada pukul 20.45 belum ditemukan.
Kegundahan Ifan akan nasib sang istri begitu menyesakkan hati. "Hari ini kamu ulang tahun, aku mau ucapin langsung. Cepet pulang sayang," ungkapnya. Dia juga berharap teman bandnya, Andi, lekas ditemukan. "Sob, cepet pulang Sob. Aku tinggal sendiri Sob, please," tuturnya.
Jenazah Herman rencananya dibawa ke rumah duka di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan. Namun, sampai pukul 23.00 tadi malam, jenazah belum tiba. Sang istri, Juliana Moechtar alias Ully, 29, terlihat bersimbah air mata. Jumat lalu (21/12) merupakan hari yang tak akan pernah dilupakan Ully. Itu merupakan hari terakhir dia dan Herman bertemu dan berkomunikasi. "Sebelum ke Tanjung Lesung, suami saya manggung di BSD," ujar Ully saat ditemui di rumah duka kompleks DPR RI Kalibata tadi malam.
Sabtu siang firasat Ully semakin tidak enak. Ketika dia mengirim video anak-anak mereka melalui layanan pesan singkat, Herman hanya melihatnya tanpa membalas. Ully berpikir saat itu mungkin suaminya sedang sibuk. Ully dan dua anaknya awalnya diajak Herman untuk ikut. Sebab, para personel Seventeen yang lain juga mengajak anggota keluarga. Namun, Ully tidak bisa ikut karena harus syuting sinetron dan menjaga dua anaknya.
Saat kali pertama mendengar kabar pada Sabtu malam (22/12), Ully belum percaya. Dia mengira gelombang pasang yang menerjang tak sebesar yang sesungguhnya terjadi. Hingga akhirnya, dia menerima kabar bahwa Bani meninggal dunia akibat terjangan tsunami. "Pertama ya nggak percaya, bisa aja itu hoax," ujar Ully.

Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
21 Rekomendasi Tempat Makan Dekat Stasiun Bandung, Kuliner Terbaik yang Cocok Saat Lagi Transit
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Deretan 11 Kuliner Pempek Terenak di Bandung yang Wajib Masuk Daftar Kunjungan
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
Pemkot Surabaya Buka Suara Terkait Rencana Penertiban Pasar Koblen
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
20 Tempat Makan Paling Recommended di Semarang, Banyak Pilihan Menu Kuliner yang Memanjakan Lidah
Kasus Korupsi Sritex, Mantan Dirut Bank Jateng Dituntut 10 Tahun
Sisa 6 Laga Tersisa, Ini Jadwal Persib, Borneo FC, dan Persija di Super League! Siapa yang Jadi Juara
