Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 17 Oktober 2022 | 23.19 WIB

Konsep Smart City IKN Diyakini Memancing Satwa Endemik Datang

Ilustrasi kawasan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Bayu Pratama S./Antara - Image

Ilustrasi kawasan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Bayu Pratama S./Antara

JawaPos.com–Konsep Smart City di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di antaranya dengan menerapkan konsep forest city atau kota hutan, diyakini dapat memancing satwa endemik Kalimantan datang. Yakni seperti bekantan, monyet, orangutan, burung enggang, hingga berbagai satwa lain.

”Aneka satwa ini dulu hidup di kawasan itu, namun karena hutan rusak akibat perambahan sehingga mereka pergi, kini dengan kehadiran IKN yang mengusung konsep kota hutan dalam bagian smart city, para satwa akan kembali,” ujar anggota DPRD Provinsi Kaltim Martinus seperti dilansir dari Antara di Samarinda.

Dia mengapresiasi konsep pembangunan hijau yang diterapkan pemerintah di kawasan IKN. Sebab, pola itu merupakan pembangunan yang tidak sekadar berorientasi pada kepentingan manusia, tapi makhluk lain pun diberi hak untuk hidup.

Untuk mewujudkan kembalinya berbagai satwa endemik ke lokasi yang kini jadi kawasan IKN tersebut, lanjut dia, diperlukan pohon endemik pula yang tumbuh di sana seperti mangga hutan (kweni), tengkawang, ara, bengalon, dan lainnya. Warga Kaltim bisa berpartisipasi untuk membantu pembibitan karena yang lebih mengenal tanaman endemik adalah warga setempat.

Sebelumnya, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya mengatakan, untuk mewujudkan pembangunan hijau di IKN, bahkan unjuk mewujudkan keinginan Presiden Joko Widodo bahwa 75 persen kawasan IKN harus hijau, telah dibuat pusat pembibitan di kawasan IKN. Pusat pembibitan dengan luas sekitar 35 hektare tersebut berada di Kelurahan Mentawir, Kecamatan Sepaku, Kabupeten Penajam Paser Utara.

”Di pusat pembibitan tersebut juga akan dikembangkan pusat plasma nutfah,” papar Siti Nurbaya.

Dia menambahkan, pembangunan hijau di IKN perlu mendapat dukungan. Sebab, yang diayomi adalah semua makhluk hidup.

”Memang sudah semestinya tiap pembangunan harus beriringan dengan pemulihan lingkungan, pembangunan harus memperhatikan kelestarian lingkungan,” ucap Siti Nurbaya.

Dia mengajak pemuda menyiapkan keterampilan berbagai aspek kehidupan, terutama dari sisi pertanian baik tanaman pangan, perkebunan, hortikultura, perikanan, maupun peternakan.  Sebab, warga baru yang akan tinggal di IKN padi butuh bahan pangan.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore