Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 30 Desember 2023 | 04.07 WIB

OIKN Sebut sudah Ada Investor Asing yang Ingin Tanam Modal di IKN, Nilai Investasi ya Mencapai Rp 55 T

Pembangunan Jalan Tol IKN Nusantara Seksi 5A oleh Kementerian PUPR. ANTARA/HO - Kementerian PUPR.

 

 

JawaPos.com - Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) mengungkapkan sudah ada investor asing yang ingin menanamkan modal di Ibu Kota Nusantara (IKN). Total nilai Penanaman Modal Asing (PMA) yang akan masuk diperkirakan mencapai Rp 55 triliun.

Baca Juga: PSIS Semarang 2023, Kombinasi Mematikan dari 6 Pemain Berpenampilan Moncer

Deputi Pendanaan dan Investasi OIKN, Agung Wicaksono, mengatakan total nilai investasi tersebut ditujukan untuk pembangunan hunian Aparatur Sipil Negara (ASN) sebanyak 166 tower dan 159 rumah tapak di IKN.

Agung memastikan, seluruh investor asing yang akan masuk tersebut akan melalui seleksi ketat, yakni menggunakan skema kerjasama pemerintah dengan badan usaha atau KPBU.

"Untuk investor asing saat ini yang kita lihat yang paling potensial itu ada masuk di KPBU. Karena kita juga tidak ingin ada investor asing yang masuk hanya dalam tanda kutip menawarkan barang dan jasa atau jadi vendor semata," kata Agung Wicaksono dalam Media Briefing secara daring, Jumat (29/12).

"Kita ingin mereka masuk benar-benar sebagai investor dan karena itu skema KPBU inilah jalan yang paling menarik, jalan yang paling atraktif peluangnya sangat besar," imbuhnya.

Dia menjelaskan, selain investor asing telah ada investor dalam negeri yang sudah terlibat untuk membangun hunian di IKN. Seperti, Summarecon untuk 6 tower ASN, Trinitiland 8 tower ASN, PT Nindya Karya 8 tower ASN, Intiland 109 townhouses, Ciputra 10 tower dan 20 townhouse, serta Rockfields.

"Seperti yang disampaikan bapak presiden, kita utamakan untuk investor dalam negeri dulu. Karena tadi, bisa dilihat, semua bisa dilakukan oleh investor dalam negeri dan mereka pun bermitra dengan investor asing. Jadi buat saya ini tidak menjadi prioritas dibandingkan dengan investor dalam negeri," jelasnya.

Salah satu investor asing yang tertarik menanamkan modal di IKN adalah Tiongkok yang ingin membangun 60 tower hunian. Agung menyebut, secara progres investor tersebut baru saja menyelesaikan Feasibility Study (FS), adapun kini sedang dalam proses evaluasi.

Agung menyebut, proses investasi dari Tiongkok lebih cepat dibanding negara lain karena sudah dilakukan sejak akhir 2022. Meski begitu, Agung enggan menyebutkan nilai pasti investasi yang akan dikucurkan Tiongkok karena belum ada hasil evaluasi FS atau uji kelayakan.

"Untuk yang Tiongkok, karena ini baru selesai FS dan sedang di evaluasi tentu kita tak bisa buka ya, karena untuk evaluasinya ini akan dilakukan oleh konsultan independen yang dipilih dari Kementerian Keuangan dengan skema yang namanya project development facility (PDF). Jadi kita tentu akan berhati-hati," ujar Agung.

Baca Juga: Sama-sama Lahir dari PDIP, Legitimasi Ganjar Paling Kuat sebagai Penerus Jokowi

Sedangkan, investor dari Malaysia masih dalam tahap penyelesaian FS. Adapun targetnya bisa diselesaikan di akhir tahun ini. "Atau kalau tidak maka akan dilakukan perpanjangan, bisa 2 atau 3 bulan tapi intinya mereka sudah berprogres, hanya tinggal butuh data-data lebih lengkap saja dan nantinya akan mengalami fase sama seperti Tiongkok, akan keluar evaluasi tender dan seterusnya," tandasnya. (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore