Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 12 Juni 2025 | 02.24 WIB

Mengenal Santa Lusia dari Sirakusa, Menolak Pernikahan dan Mencabut Matanya Sendiri untuk Peminangnya

Foto patung Santa Lusia di Sirakusa, Italia (Dok. Britannica.com) - Image

Foto patung Santa Lusia di Sirakusa, Italia (Dok. Britannica.com)

JawaPos.com - Gereja Katolik mengenal banyak martir yang kemudian dikanonisasikan menjadi orang suci, mereka kemudian disebut santo atau santa. Mereka ini adalah orang-orang yang telah berjasa terhadap gereja Katolik. 

Salah satu martir yang terkenal dalam sejarah gereja Katolik adalah Santa Lusia. Ia adalah martir yang meninggal karena persekusi terhadap umat Katolik pada masa kepemimpinan Kaisar Diokletia. 

Kisah Hidup

Dilansir dari Ensiklopedia Britannica, menurut pendataan yang tidak dapat dibuktikan, Lusia berasal dari keluarga kaya di Sisilia pada tahun 283. 

Walaupun begitu, ia menolak untuk menikah dan kekayaan duniawi. Lusia malahan melakukan sumpah untuk tetap menjadi perawan sesuai dengan tradisi Santa Agatha. 

Ayahnya adalah orang keturunan Roma, namun ia meninggal ketika Lusia masih berumur 5 tahun. 

Dilansir dari Vatican News, pada tahun 301 Lusia dan ibunya, Eutychia, melakukan ziarah ke Catania, dimana makam Santa Agatha berada. 

Pada saat itu juga Eutychia jatuh sakit karena pendarahan. Walaupun sudah melakukan banyak pengobatan, tidak ada yang dapat membantunya. Ziarah ini merupakan pilihan terakhirnya untuk mencari mukjizat. 

Takut akan masa depan putrinya, Eutychia menjodohkan Lusia dengan seorang pria pagan kaya bernama Pascasius. Namun, ia tidak mengetahui sumpah perawan anaknya. 

Menjadi Martir

Mengetahui sumpahnya, salah satu peminangnya marah dan melaporkan Lusia kepada otoritas Roma setempat. Karena pada saat itu status agama Katolik tidak legal dan dilarang dengan hukuman yang sangat berat. 

Setelah itu Lusia dikirim ke rumah bordil dan dipaksa menjadi prostitusi. Namun dengan bantuan surga, tubuh Lusia tiba-tiba tidak dapat dipindahkan, bahkan dengan bantuan kerbau. 

Lusia kemudian dijatuhi hukuman bakar. Kayu-kayu dikumpulkan dibawahnya, namun kayu-kayu tersebut tidak bisa terbakar. 

Pada akhirnya Lusia menemui ajalnya dengan tertusuknya pedang ke tenggorokannya oleh Pascasius sendiri. Lusia meninggal pada tanggal 13 Desember 304

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore