Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 17 April 2025 | 15.24 WIB

Makna Kamis Putih, Awal Tri Hari Suci bagi Umat Katolik yang Sarat Simbol Kasih dan Pelayanan

Umat Katolik mengikuti Ibadah Misa Kamis Putih di Gereja Katedra, Jakarta. (MIFTAHUL HAYAT/ JAWA POS) - Image

Umat Katolik mengikuti Ibadah Misa Kamis Putih di Gereja Katedra, Jakarta. (MIFTAHUL HAYAT/ JAWA POS)

JawaPos.com – Menjelang perayaan Jumat Agung, umat Katolik di berbagai penjuru dunia mempersiapkan diri untuk merayakan Kamis Putih atau Maundy Thursday, sebuah momen penting yang menandai dimulainya Tri Hari Suci. Perayaan ini mengingatkan kembali pada Perjamuan Terakhir yang dilakukan Yesus bersama para murid-Nya sebelum peristiwa penyaliban.

Dalam tradisi Katolik, Kamis Putih mengandung makna mendalam sebagai simbol pengutusan Yesus sebagai Guru, Nabi, dan Mesias. Seperti disampaikan dalam informasi resmi Keuskupan Agung Jakarta dan dilansir dari Radar Bogor (Jawa Pos Group), peristiwa ini tidak hanya menggambarkan kasih Tuhan, tetapi juga menekankan sikap kerendahan hati melalui tindakan Yesus membasuh kaki murid-murid-Nya.

Tindakan membasuh kaki—yang pada masa itu identik dengan tugas seorang hamba—menjadi lambang dari semangat pelayanan tanpa batas. Nilai ini tetap relevan hingga kini dan menjadi pedoman moral bagi umat Kristiani dalam menjalani kehidupan, yaitu melayani dengan kasih tanpa memandang status atau latar belakang seseorang.

Secara historis, Kamis Putih sudah diakui secara resmi oleh Konsili Hippo pada tahun 393 M sebagai bagian dari rangkaian perayaan Tri Hari Suci. Kamis Putih tidak hanya mengingatkan umat pada malam terakhir Yesus bersama murid-murid-Nya, tetapi juga sebagai awal dari masa sengsara yang puncaknya adalah kebangkitan pada Hari Paskah.

Rangkaian perayaan Paskah sendiri dimulai sejak Rabu Abu, kemudian berlanjut ke Minggu Sewa, Minggu Sengsara, Minggu Palma, lalu masuk ke Pekan Suci. Dalam pekan ini, umat merayakan Kamis Putih, Jumat Agung, Sabtu Hening, dan akhirnya Minggu Paskah. Rangkaian ini masih berlanjut hingga Hari Kenaikan dan Pentakosta.

Dalam praktik liturgi, Misa Kamis Putih menjadi perayaan ekaristi yang sangat khas. Selain pembacaan sabda dan perayaan ekaristi seperti biasa, terdapat ritus pembasuhan kaki oleh imam kepada 12 umat terpilih, sebagai bentuk simbolik meneladani tindakan Yesus.

Misa Kamis Putih umumnya terdiri dari empat bagian utama:

Ibadat Sabda – pembacaan Kitab Suci dan homili yang mengangkat makna kasih dan pelayanan.

Pembasuhan Kaki – prosesi simbolis pelayanan dan kerendahan hati.

Perayaan Ekaristi – mengenang institusi Perjamuan Kudus.

Perarakan Sakramen Maha Kudus – mengakhiri misa dengan penuh kekhusyukan.

Dengan suasana yang khidmat dan reflektif, Kamis Putih menjadi undangan bagi umat untuk merenungi kembali arti pengorbanan, cinta kasih tanpa syarat, serta panggilan untuk melayani sesama. Momen ini juga menjadi pengingat spiritual bahwa dalam kehidupan, tindakan kecil dengan kasih yang besar mampu mencerminkan terang Tuhan di tengah dunia.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore