Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 26 Juli 2024 | 23.58 WIB

Mengapa Membaca Al-Qur’an 10 Menit Sudah Mengantuk? Berikut Penyebabnya!

Sejumlah umat Islam membaca Alquran di Masjid Istiqlal, Jakarta, Rabu (20/3/2024). Umat Islam memanfaatkan waktu selama bulan suci Ramadhan dengan membaca Al Quran hingga beristirahat di masjid usai beribadah. - Image

Sejumlah umat Islam membaca Alquran di Masjid Istiqlal, Jakarta, Rabu (20/3/2024). Umat Islam memanfaatkan waktu selama bulan suci Ramadhan dengan membaca Al Quran hingga beristirahat di masjid usai beribadah.

JawaPos.com - Pernahkah Anda mengantuk saat membaca Al-Qur’an? Padahal baru membacanya sejenak. Hal ini menandakan setan malas di dalam diri & sekitar begitu banyak.

Al-Qur’an adalah kitab Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW dengan perantara malaikat Jibril. Bagi umat Islam Al-Qur’an adalah sumber kebenaran. Di dalamnya mengandung banyak aturan, alegori, kebijaksanaan, peringatan, peristiwa sejarah, ilmiah dan tanda-tanda kosmik, yang membantu orang-orang beriman menjalani hidup mereka sesuai dengan aturan yang ditetapkan oleh Sang Pencipta, Allah Yang Maha Kuasa.

Sebagai manusia, tentu kita sering dijangkiti rasa malas yang tak berlebihan. Karena menurut Ibn Taimiah pada dasarnya Iman manusia dinamis, naik dan turun. Apabila mereka membaca Al-Qur’an Allah SWT akan senantiasa menambahkan kadar keimanannya. Sebagaimana Firman Allah SWT dalam surat Al-Anfal ayat 2:

وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ ءَايَٰتُهُۥ زَادَتْهُمْ إِيمَٰنًا

Yang artinya: “Dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya, bertambahlah iman mereka (karenanya).” (Q.S. Al-Anfal: 2)

Menurut perspektif Islam, rasa malas sering disebut dengan istilah futur. Istilah ini merujuk pada hilangnya gairah yang merupakan penyakit yang berbahaya. Hal ini bisa menyebabkan lepasnya ikatan agama secara perlahan hingga semuanya terlepas.

Menurut Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsamin, futur atau rasa malas dalam beribadah dan melakukan kebaikan merupakan sebuah penyakit. Futur bisa saja menjangkiti semua orang, bahkan bagi seseorang yang kuat imannya.

Nabi Muhammad SAW mengajarkan sebuah doa agar kita terhindar dari rasa malas, berikut doanya:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ العَجْزِ وَالكَسَلِ، وَالجُبْنِ وَالهَرَمِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ المَحْيَا وَالمَمَاتِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ القَبْرِ

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari bingung dan sedih. Aku berlindung kepada Engkau dari lemah dan malas. Aku berlindung kepada Engkau dari pengecut dan kikir. Dan aku berlindung kepada Engkau dari lilitan utang dan kesewenang-wenangan manusia."

Berikut adalah penyebab manusia malas mendekat kepada Al-Qur’an:

1. Hati yang penuh dosa

Hati adalah tanda hidup ruhnya seorang manusia, apabila hati itu ternodai oleh dosa maka ayat Al-Qur’an sulit untuk menembusnya. Allah SWT memerintahkan agar kita sebagai manusia tidak mengerjakan perbuatan yang akan menutupi hati kita, dan Ia memberi tahu konsekuensi dari mereka yang terhalangi hatinya, yaitu masuk neraka. Sebagaimana yang difirmankan-Nya dalam surat Al-Mutafifin,

كَلا بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوبِهِمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ. كَلا إِنَّهُمْ عَنْ رَبِّهِمْ يَوْمَئِذٍ لَمَحْجُوبُونَ. ثُمَّ إِنَّهُمْ لَصَالُو الْجَحِيمِ

Artinya, “Sekali-kali tidak! Bahkan apa yang mereka kerjakan itu telah menutupi hati mereka (14). Sekali-kali tidak! Sesungguhnya mereka pada hari itu benar-benar terhalang dari (melihat) Tuhannya (15). Kemudian, sesungguhnya mereka benar-benar masuk neraka.” (QS Al-Mutaffifin: 14-16).

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore