
Pemuda umat Hindu saat menyelesaikan membuat ogoh-ogoh di Pura Dalem Purnajati, Cilincing, Jakarta, Senin (28/2/2022). Pembuatan ogoh-ogoh tersebut akan digunakan pada upacara Pengerupukan dalam rangkaian menyambut Hari Raya Nyepi. Foto: Dery Ridwansah/ J
JawaPos.com - Bagi umat Hindu, Hari Raya Nyepi merupakan awal Tahun Pembaruan yang menandai kerukunan dan toleransi antarumat beragama.
Hari Raya Nyepi diperingati tepat pada saat manusia terhindar dari pertikaian dan peperangan dalam perayaan nyepi mengandung makna dan tujuan yang sangat dalam dan mulia.
Seluruh rangkaian Nyepi merupakan sebuah dialog spiritual yang dilakukan umat Hindu agar kehidupan ini selalu seimbang dan harmonis sehingga ketenangan dan kedamaian hidup bisa terwujud.
Sesuai dengan namanya Nyepi berasal dari kata sepi yang berarti senyap atau sunyi. Pada saat hari perayaan Nyepi umat Hindu akan melakukan Catur Brata atau tidak melakukan aktivitas apapun.
Semua kegiatan akan ditinggalkan, demi menjalankan budaya yang telah diwariskan turun temurun oleh nenek moyang.
Pemeluk agama Hindu terbesar berasal dari India, jadi sejarah Nyepi awalnya tercipta dari cerita kitab suci Weda pada saat awal abad Masehi. Pada saat itu, India tengah mengalami konflik sosial berkepanjangan dengan wilayah sekitarnya.
Pada saat itulah Raja Kaniska 1 yang memimpin suku Saka mencoba mendamaikan bangsa melalui peringatan hari raya Nyepi.
Meskipun merupakan selebrasi pergantian tahun, namun di Bali perayaan Tahun Baru Saka ialah bagian dari ritual dan praktik keagamaan.
Menariknya, sekalipun sistem kalender ini diadopsi dari India, namun adanya “Hari Hening” ala ritual Nyepi sebagai bentuk perayaan pergantian tahun, toh hanya dikenal di Indonesia. Hari Raya Nyepi tentu bukan monopoli Pulau Bali.
Dikutip dari indonesia.go.id bahwa hari raya nyepi dirayakan oleh seluruh masyarakat Indonesia yang memeluk Hindu.
Tapi, karena Bali kini satu-satunya pulau di Indonesia yang mayoritas penduduknya masih memeluk Hindu, maka, meskipun tak sepenuhnya benar namun juga tak sepenuhnya salah, ritual Nyepi lantas terkesan identik dengan budaya dan masyarakat Bali itu sendiri.
Dikutip dari badungkab.go.id memaparkan dalam perayaannya, Nyepi pun memiliki beberapa rangkaian upacara yang dilakukan umat Hindu sebelum tiba Hari Raya Nyepi. Terkait pelaksanaanya ada beberapa aturan bernama Catur Brata Penyepian yang harus ditaati.
Pertama adalah Amati Geni, yaitu tidak menyalakan api atau menunjukkan sifat-sifat amarah yang disimbolkan dengan tidak menyalakan lampu selama Nyepi.
Selanjutnya adalah Amati Lelanguan, di mana tak boleh melakukan kegiatan foya-foya atau bersenang-senang.
Terakhir adalah Amati Karya, di mana seorang Hindu tak boleh melakukan pekerjaan di perayaan tersebut.

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
7 Weton Tulang Wangi Darah Manis yang Disukai Mahluk Halus Menurut Primbon Jawa, Weton Anda Termasuk?
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Surat Pernyataan Manajer Kopdes Merah Putih Bocor di Medsos, Undur Diri Kena Denda Rp 100 Juta?
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
