Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 26 Januari 2024 | 03.20 WIB

Kapan Puasa Sunnah Ayyamul Bidh? Lihat dan Simak Keutamaannya!

Menunggu waktu berbuka puasa di bulan Rajab./ pixabay.com_glady

JawaPos.com - Pada bulan Rajab ini, terdapat amalan yang biasa dilakukan oleh umat Islam yaitu puasa di bulan Rajab.

Puasa bulan Rajab ini memiliki banyak versi ada yang berpuasa di awal, ada juga pada pertengahan bulan, hingga di akhir bulan.

Bulan Rajab sebagai salah satu dari bulan haram ( ash hurul hurum), yaitu bulan Dzul Qa’dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab. Pada bulan Rajab ini dianjurkan untuk berpuasa tiga hari pada bulan Rajab.

Dikutip JawaPos.com dari laman resmi muhammadiyah.or.id puasa tiga hari pada bulan Rajab ini jatuh pada tanggal 13, 14, dan 15 yang juga sering disebut dengan puasa ayyamul bidh.

Puasa tiga hari pada di bulan Rajab atau bisa juga disebut sebagai ayyamul bidh, sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dzar Al Ghiffary, Rasulullah mengungkapkan puasa tiga hari pada setiap bulan, termasuk di bulan Rajab memiliki amal ibadah yang setara dengan puasa setahun.

Berkata Abu Dzar Al Ghiffary: “Rasulullah saw. menyuruh kepada kita untuk melakukan puasa setiap bulan tiga hari putih (bulan bersinar cemerlang) yakni di hari tanggal 13, 14 dan 15, dan beliau bersabda, puasa (tiga hari pada tiap bulan) itu seperti puasa setahun.” (HR. An Nasai dan dishahihkan oleh Ibnu Hibban).

Selain puasa di ayyamul bidh atau yang bertepatan dengan tanggal 13, 14, 15 setiap bulan, Rasulullah saw menganjurkan untuk umat Islam melaksanakan puasa sunnah pada hari Senin dan Kamis.

Sebagaimana dengan hadis yang diriwayatkan oleh ‘Aisyah ra, Rasulullah Saw menjelaskan, “Rasulullah Saw biasa menaruh pilihan berpuasa pada hari Senin dan Kamis.” (HR. An Nasa'i no. 2362 dan Ibnu Majah no. 1739).

Puasa sunnah pada hari senin dan kamis merupakan bagian dari amalan salah satu sunnah yang dianjurkan dalam Islam.

Puasa sunnah Senin dan Kamis ini memiliki keutamaan dalam proses pendekatan diri kepada Allah SWT.

Dengan mengikuti anjuran Rasulullah saw, umat Islam dihimbau untuk untuk memperbanyak amalan sunnah, baik itu dalam bentuk puasa sunnah ayyamul bidh, puasa pada Senin dan Kamis, maupun amalan sunah lainnya.

Sebagai wujud cinta dan taat kepada Allah SWT, serta sebagai usaha untuk mendekatkan diri kepada-Nya melalui amalan-amalan yang dianjurkan dalam ajaran Islam.

Setiap amalan sunnah selalu memiliki keutamaan termasuk puasa sunnah, hal itu tidak terbatas hanya ada di bulan Rajab, setiap amalan puasa sunnah dalam agama Islam memiliki keistimewaan yang amat berharga yaitu untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Rasulullah saw menyampaikan dalam haditsnya mengenai orang berpuasa keutamaan orang berpuasa, “Sesungguhnya orang berpuasa apabila ada perjamuan makan padanya, maka malaikat akan memberi shalawat kepadanya sampai perjamuan tersebut selesai, atau menurut lafal lain sampai mereka selesai makan.” (HR. at-Tirmidzi, Ahmad, Ibnu Majah, dan ad-Darimi).

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore